KETIK, MALANG – Polsek Lowokwaru Kota Malang mengungkap dugaan sementara penyebab mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial RR (19) nekat melompat dari lantai 6 Gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan.

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap para saksi, korban diduga mengalami tekanan emosional setelah berselisih dengan salah seorang temannya sebelum peristiwa itu terjadi. 

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, dugaan sementara itu didapatkan setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan termasuk meminta keterangan dari para saksi.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, dia (RR) baru bertengkar sama temannya. Mungkin ada masalah, karena tidak kuat menanggung lalu lompat dari lantai enam setinggi 20 meter," jelasnya saat dikonfirmasi oleh wartawan, Jumat, 11 September 2026. 

Terkait detail permasalahan yang dihadapi korban, pihaknya belum bisa membeberkan. Karena hingga saat ini, masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut. 

Baca Juga:
Usai Insiden Mahasiswi Jatuh, UB Perketat Akses Gedung Tinggi dan Evaluasi Seluruh Bangunan

Dalam penyelidikan itu, Polsek Lowokwaru telah memeriksa beberapa saksi. Mulai dari pihak dosen, teman, hingga pemilik kos tempat tinggal korban. 

"Dosen, teman korban, terus pemilik kos tempat tinggal korban semua diperiksa. Termasuk pihak orang tua korban, juga kami panggil dan sudah datang di Malang," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Fakultas Kedokeran Universitas Brawijaya (UB) Malang nekat melompat dari lantai 6 Gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan pada Kamis, 10 September 2026 pagi. Akibatnya, mahasiswa berinisial RR (19) tersebut mengalami patah tulang. 

Diketahui, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Korban yang berdomisili dari Kabupaten Bogor ini tercatat sebagai mahasiswa semester 3 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Baca Juga:
Nekat Lompat dari Lantai 6, Mahasiswa Kedokteran UB Alami Patah Tulang

Dari hasil penyelidikan sementara, diduga mahasiswa tersebut berupaya mengakhiri hidup dengan cara melompat dari lantai 6 gedung fakultas. Usai melompat, mahasiswa itu jatuh di area parkir sepeda motor hingga mengalami luka serius. 

Selanjutnya, korban yang kondisinya masih hidup tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Korban mengalami patah tulang di bagian kedua kaki serta bagian lengan. (*)