KETIK, MEDAN – Kawasan Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 14 Oktober 2026. Akibatnya, jarak pandang di kawasan tersebut terganggu.
Prakirawan BMKG Silangit Christy mengatakan asap yang menyelimuti langit Danau Toba berasal dari wilayah Sumatera Selatan. Tiupan angin yang berasal dari timur hingga tenggara tersebut membawa kepulan asap ke kawasan wisata di Sumut itu.
"Asap yang terjadi di kawasan Danau Toba berasal dari titik panas yang terjadi di Sumatera bagian selatan. Arah angin yang berasal dari timur hingga tenggara mengakibatkan asap yang berasal dari Sumatera bagian selatan masuk ke wilayah kawasan Danau Toba," kata Silangit, (14/10/2026).
Berdasarkan data pengamatan pada Selasa (13/10), tercatat sebanyak 2.253 titik panas di Sumbagsel, 187 titik panas di Jambi, 134 titik panas di Bangka Belitung, dan 132 titik panas di Lampung.
Christy menyebutkan jarak pandang kawasan Danau Toba hari ini berkisar 1-3 km.
Baca Juga:
Karhutla Tanjung Puting Kalteng Meluas, 513 Hektare Lebih Masih TerbakarBerdasarkan pantauan Stasiun Klimatologi Sumut pada Selasa (13/10/2026), kualitas udara PM2.5 pukul 00.00-17.00 WIB berada pada kategori sedang, kemudian pada pukul 18.00-21.00 WIB pada kategori tidak sehat.
Sementara untuk hari ini (14/10/2026) kualitas Udara berada di kategori sangat tidak sehat. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. (*)