KETIK, BREBES – Di tengah aksi masa, Pamor Wicaksono, anggota komisi I DPRD dari Praksi Golkar Kabupaten Brebes  memgimbau masa aksi untuk tenang dan menjaga persatuan di tengah memanasnya unjuk rasa warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Karangsembung (FMPK) di depan Kantor Balai Desa. Karangsembung Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Kamis 20 Agustus 2026.

Dirinya yang saat ini sedang berada di luar daerah berinisiatif menghubungi koordinator lapangan via telepon yang kemudian disambungkan ke alat pengeras suara di lokasi demonstrasi.

Pamor Wicaksono mengajak warga Desa Karangsembung untuk bersatu dan mengakhiri ketegangan, berharap dapat memperbaiki anggaran.

“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini semoga jadi landasan untuk memperbaiki keadaan,” ujar Pamor.

Di momen HUT RI ke-81, ia mengajak warga saling memaafkan dan menjaga kerukunan. “Sebagai umat Islam, kita harus saling memaafkan. Jangan lagi saling melempar isu atau tuduhan. Jadikan ini pelajaran untuk kekuatan bersama,” pesannya.

Baca Juga:
Maknai Kemerdekaan, Ini Pesan Bupati Brebes Paramitha

Pamor juga meminta Kepala Desa mengayomi warga dan warga mendukung pemimpinnya. “Mari rukun, guyub, bangun bersama agar Karangsembung menjadi desa yang maju, makmur, tentrem, dan ripah loh jinawi,” pungkasnya.

Melalui sambungan telepon yang didengarkan oleh ratusan pendemo, legislator tersebut meminta warga untuk tidak bertindak anarkis. Menyelesaaikan dengan musyawarah,  Aksi unjuk rasa yang sempat memanas tersebut akhirnya perlahan membubarkan diri dengan tertib setelah warga mendengar komitmen langsung dari anggota legislatif tersebut dan menyaksikan kades betkomitmen membuat surat fakta integritas.

Kendati demikian, warga mengancam akan kembali membawa massa yang lebih besar jika praktik perjudian di desa mereka tidak segera ditindak tegas dalam waktu dekat.

Aksi massa ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan warga yang menilai Kepala Desa tidak transparan dan arogan dalam memimpin. Selain masalah kepemimpinan, perwakilan warga juga menyuarakan keresahan mendalam terkait kondisi lingkungan desa mereka yang kini marak dan diduga menjadi ajang perjudian serta sabung ayam. (*)

Baca Juga:
Kapolres Tegal Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI, Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian