Pasien Jantung Tak Perlu Jauh Berobat, Cathlab Rp18 Miliar Hadir di RSUD Aceh Singkil

17 Juli 2026 22:50 17 Jul 2026 22:50

Zailani Bako, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pasien Jantung Tak Perlu Jauh Berobat, Cathlab Rp18 Miliar Hadir di RSUD Aceh Singkil

Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, didampingi direktur RSUD Rimo, dr. Mardiana meninjau alkes Cathlab bantuan Kemenkes RI senilai Rp 18 milyar mendukung diagnosa jantung dan pembuluh darah, Jumat, 17 Juli 2026. Fasilitas senilai Rp18 miliar bantuan Kementerian Kesehatan RI itu ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027. (Foto: Zaelani Bako/Ketik.com)

KETIK, ACEH SINGKIL – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Aceh Singkil.

RSUD Rimo segera memiliki fasilitas Catheterization Laboratory (Cathlab) senilai Rp18 miliar bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk mendukung diagnosis dan penanganan penyakit jantung serta pembuluh darah.

Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, meninjau langsung alat kesehatan canggih tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan Mursal, Direktur RSUD dr. Mardiana, dan sejumlah pejabat lainnya, Jumat, 17 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, rombongan juga melihat ruang Cathlab yang akan menjadi lokasi pemasangan alat berteknologi tinggi tersebut.

"Alhamdulillah, bantuan ini merupakan hasil perjuangan kita ke Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat," kata Safriadi Oyon.

Ia menjelaskan, Cathlab merupakan fasilitas medis yang dilengkapi mesin angiografi berbasis sinar-X untuk membantu diagnosis sekaligus tindakan minimal invasif pada pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.

Menurutnya, proses pemasangan alat akan dilakukan langsung oleh pihak Kementerian Kesehatan dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2027.

Kehadiran Cathlab di RSUD Aceh Singkil menjadikan rumah sakit tersebut sebagai salah satu fasilitas kesehatan di Aceh yang memiliki layanan serupa.

Sebelumnya, Cathlab hanya tersedia di sejumlah rumah sakit rujukan seperti RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, RSUD Meuraxa, RSUD dr. Fauziah Bireuen, RSUD Tgk. Chik Ditiro Pidie, RSUD Cut Meutia Aceh Utara, dan RSUD dr. H. Yuliddin Away Aceh Selatan.

Tak hanya Cathlab, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil juga tengah memperjuangkan bantuan alat CT Scan melalui Program KJSU-KIA KB Kementerian Kesehatan.

CT Scan merupakan alat diagnostik yang mampu menghasilkan pencitraan tiga dimensi secara cepat dan akurat untuk mendeteksi berbagai penyakit, mulai dari kanker, infeksi, hingga cedera akibat kecelakaan.

Safriadi menyebut nilai pengadaan CT Scan diperkirakan berkisar antara Rp15 miliar hingga Rp30 miliar, tergantung spesifikasi dan tipe alat yang akan diberikan.

Usai meninjau ruang Cathlab, rombongan melanjutkan peninjauan ke ruang Endoskopi yang dipersiapkan untuk layanan pemeriksaan organ dalam menggunakan alat endoskop.

Layanan Endoskopi ditargetkan mulai beroperasi tahun ini mengingat tenaga dokter spesialis telah tersedia.

Selain itu, Pemkab Aceh Singkil juga tengah mempersiapkan layanan Hemodialisa atau cuci darah guna memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.

"Peningkatan pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas kami," tegas Safriadi Oyon.

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berharap dukungan pemerintah pusat dalam bentuk pembangunan fasilitas, pengadaan alat kesehatan, serta penambahan tenaga medis terus berlanjut agar kualitas layanan kesehatan di daerah semakin meningkat.(*)

Tombol Google News

Tags:

Safriadi Oyon RSUD Rimo Diagnosa Jantung Dan Pembuluh Darah Juli 2026 Aceh Singkil Cathlab Kementerian Kesehatan RI Mursal Dr. Mardiana CT Scan Endoskopi Hemodialisa Berita Aceh Singkil