KETIK, ACEH BARAT DAYA – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) merespons harapan masyarakat terkait erosi yang mengikis lahan perkebunan warga di Dusun Lhung Mane, Desa Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot.
Bupati Abdya, Dr Safaruddin, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah dengan mengoordinasikan dan mengusulkan penanganan persoalan tersebut kepada pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.
“Mohon bersabar. Sudah diusulkan baik di tingkat daerah, provinsi maupun di tingkat pusat,” kata Safaruddin kepada Ketik.com, Minggu (23/8/2026).
Safaruddin menjelaskan, penanganan erosi Krueng Babahrot dilakukan melalui dua langkah, yakni penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
"Untuk kebutuhan mendesak, Pemkab Abdya akan melakukan penanganan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK), termasuk normalisasi sungai," ujar Safaruddin.
Sementara untuk penanganan secara menyeluruh, pemerintah daerah telah mengusulkannya kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Aceh serta Balai Wilayah Sungai (BWS) I Sumatera.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi, mengatakan pembangunan pengaman tebing di Desa Cot Seumantok membutuhkan anggaran cukup besar.
Menurutnya, pembangunan tebing sepanjang 2.500 meter diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp70,657 miliar. Karena kebutuhan tersebut jauh melampaui kemampuan APBK, Pemkab Abdya mengusulkannya kepada Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat.
“Penanganan menyeluruh butuh anggaran besar, makanya kita minta bantu ke Pemerintah Pusat dan Pemprov Aceh,” ujar Rahwadi.
Rahwadi yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Abdya menyebutkan, Bupati Safaruddin telah melakukan koordinasi dengan Menteri PU dan Anggota Komisi V DPR RI untuk memperjuangkan sejumlah pembangunan strategis di Abdya.
Di antaranya pembangunan jalan dua jalur, pengembangan irigasi sayap kanan serta penanganan sejumlah aliran sungai, termasuk Krueng Babahrot.
Langkah tersebut, kata Rahwadi, merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana, pengendalian banjir serta perlindungan terhadap tebing sungai yang rawan longsor ketika debit air meningkat.
“Beliau (Bupati Safaruddin) sudah mengusulkan kepada Menteri PU untuk sejumlah rencana pembangunan seperti jalan dua jalur dan pengembangan irigasi sayap kanan serta penanganan beberapa aliran sungai, termasuk Krueng Babahrot,” jelasnya.
Selain Cot Seumantok, Pemkab Abdya juga mengusulkan pembangunan pengaman tebing di Desa Pante Cermin, Kecamatan Babahrot. Proyek sepanjang 2.000 meter tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp60,185 miliar.
Pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah provinsi dan pusat dapat mempercepat realisasi pembangunan pengaman tebing di dua kawasan tersebut.
Upaya itu dinilai penting untuk menjaga lahan produktif masyarakat, sekaligus mengurangi risiko banjir dan longsor yang dapat mengancam permukiman maupun infrastruktur di sekitar Krueng Babahrot.
Dengan adanya koordinasi lintas pemerintahan tersebut, masyarakat diharapkan dapat bersabar sembari menunggu tahapan penanganan berjalan. Pemkab Abdya memastikan persoalan erosi Krueng Babahrot menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam upaya melindungi lahan dan keselamatan masyarakat. (*)
.png)