KETIK, CILACAP – Musim angin timur membawa berkah bagi nelayan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Melimpahnya ubur-ubur di laut membuat nelayan setempat tengah menikmati musim panen, dengan hasil tangkapan mencapai hingga 1 ton dari satu perahu kecil dalam sekali melaut.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap Indarto mengatakan, musim panen ubur-ubur umumnya berlangsung saat musim kemarau.
Namun, kondisi tersebut tidak selalu terjadi setiap tahun karena keberadaan ubur-ubur di laut sangat dipengaruhi perkembangan iklim.
“Hasil panen ubur-ubur tidak sama setiap tahunnya. Tercatat musim kemarau tahun 2021 nihil, tahun 2022 hasil panen ubur-ubur nelayan Cilacap sebanyak 128,7 ton, tahun 2023 mencapai 6.462,9 ton, tahun 2024 kembali nihil, pada kemarau 2025 hasil panen ubur-ubur mencapai 4.658,3 ton, dan ditahun 2026 ini masih berlangsung dan ditaksir melimpah hasilnya,” ujar Indarto, Senin, 7 September 2026.
Menurut Indarto, perbedaan hasil panen tersebut terjadi karena musim ubur-ubur tidak selalu memiliki durasi dan tingkat kelimpahan yang sama.
Pada kemarau tertentu, hasil tangkapan bisa melimpah dan berlangsung cukup lama, sedangkan pada tahun lainnya hasil tangkapan lebih sedikit atau bahkan tidak ada.
Data Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap mencatat hasil panen ubur-ubur dalam enam tahun terakhir menunjukkan fluktuasi cukup besar.
Pada 2021, nelayan tidak mencatat hasil panen ubur-ubur. Setahun kemudian, hasilnya mencapai 128,7 ton.
Produksi kemudian melonjak pada 2023 dengan hasil panen mencapai 6.462,9 ton. Namun, pada 2024 kembali nihil.
Sementara pada musim kemarau 2025, hasil panen tercatat mencapai 4.658,3 ton.
Pada 2026, musim panen masih berlangsung dan diperkirakan menghasilkan tangkapan yang melimpah.
Melimpahnya pasokan juga dirasakan pengepul ubur-ubur.
Salah seorang pengepul, Inah, mengaku menerima pasokan hingga 25 ton ubur-ubur dari nelayan setiap hari.
“Untuk pasokan ubur-ubur tahun ini melimpah yah, pasokan dari nelayan bisa mencapai 25 ton perhari,” tandas Inah.
Ubur-ubur yang dibawa nelayan dari laut menggunakan ember besar kemudian ditimbang menggunakan keranjang plastik sebelum ditampung di bak penampungan.
Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap menyebut jumlah hasil panen ubur-ubur setiap tahun sangat dipengaruhi perkembangan iklim.
Kondisi tersebut membuat produksi komoditas laut tersebut mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.(*)
