KETIK, BREBES – Kecewa lantaran pemukiman mereka terus-menerus terendam banjir dan tergerus arus Sungai Babakan, warga Dukuh Cibogo, Desa Cikesal, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, nekat mengambil tindakan mandiri.
Warga sepakat melakukan iuran massal untuk menyewa alat berat ekskavator guna mengeruk sedimentasi sungai dan membenahi tanggul yang kritis.
Aksi swadaya ini dipicu oleh pendangkalan parah di sepanjang aliran Sungai Babakan. Selain memicu banjir rob tiap curah hujan tinggi meningkat, erosi arus sungai kini mulai merobohkan dan memakan sebagian bangunan rumah milik warga setempat.
Ketua RT setempat, Husen, mengungkapkan bahwa warga terpaksa merogoh kocek pribadi karena usulan perbaikan yang diajukan ke pemerintah daerah tak kunjung terealisasi.
"Kami warga Dukuh Cibogo merasa lelah. Sudah beberapa kali meminta kepada pihak terkait untuk penanganan ini, namun belum ada realisasi. Akhirnya warga berinisiatif patungan anggaran untuk antisipasi banjir yang bisa menggerus rumah," kata Husen bersama Reza dari tokoh setempat saat menunjukkan kondisi rumah warga yang longsor, Selasa 16 Juni 2026.
Husen bersama Reza menambahkan, salah satu rumah yang terdampak awalnya berjarak sekitar 10 meter dari bibir tanggul. Namun saat ini, lahan tersebut telah lenyap dan amblas tergerus arus sungai. Sebagai penanganan darurat, warga memasang pancang bambu dan melakukan pengurukan tanah kembali.
Ini bukan kali pertama warga turun tangan. Sebelumnya, mereka juga telah menghabiskan biaya sekitar Rp35 juta dari kantong swadaya hanya untuk membeli material bangunan pondasi penahan arus.
Meski mengkritik kelambatan respons pemerintah, warga mengapresiasi sejumlah anggota DPRD Brebes dari Daerah Pemilihan (Dapil) setempat yang sempat meninjau lokasi, seperti Suwarno (PAN), Zubaidah (Golkar), dan Muraeni (Gerindra).
Saat dikonfirmasi, sejumlah anggota legislatif menyatakan bahwa persoalan Sungai Babakan terbentur aturan struktural.
dAliran sungai tersebut merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis), sehingga Pemkab maupun DPRD Brebes tidak bisa langsung mengucurkan anggaran daerah.
"Tentu kami sering melaporkannya ke pihak terkait termasuk bupati, namun secara kewenangan untuk Kali Babakan adalah BBWS Cirebon. Setahu saya tahun ini ada anggaran Rp270 miliar untuk atasi banjir kemarin, informasi yang kami dapat masih menunggu perintah pelaksanaannya saja," jelas Anggota DPRD Brebes Fraksi PAN, Suwarno.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Brebes Fraksi PDI Perjuangan, Moh. Rizki Ubaidilah menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak pusat terus berjalan.
"Kami dari DPRD Brebes maupun Pemkab terus bolak-balik menyampaikan, tapi tentu semua ada regulasi teknisnya. Semoga segera direalisasikan," ujar Moh. Rizki Ubaidilah.
Sementara itu, pihak BBWS Cimancis melalui perwakilannya yang bernama Uki, menjelaskan via pesan singkat bahwa anggaran pusat untuk penanganan Sungai Babakan saat ini masih dalam tahapan administratif.
"Sekarang masih proses lelang di BP2JK Bandung. Kita juga mengharapkan bisa terkontrak secepatnya, karena semua alat berat operasional BBWS hampir semuanya sedang berupaya menormalisasi di hilir jembatan pantura sampai muaranya," tulisnya.
Hingga saat ini, proses pengerukan mandiri oleh warga menggunakan ekskavator sewaan masih terus berjalan di lapangan.
Warga berharap aksi swadaya ini menjadi pemantik bagi BBWS Cimancis untuk segera mempercepat proyek normalisasi permanen sebelum dampak kerusakan pemukiman semakin meluas.(*)
.png)