KETIK, BREBES – Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes., meninjau langsung pelaksanaan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Balai Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Senin, 8 Juni 2026.
Kegiatan perdana hasil kolaborasi RSUD Bumiayu dan Puskesmas Sirampog ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 153 warga mengikuti layanan tersebut, melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 100 peserta.
Kehadiran dr. Heru di lokasi dilakukan usai memimpin apel pagi di Puskesmas Kutamendala. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Sirampog, Kepala Puskesmas Sirampog beserta tim medis, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Bumiayu beserta jajaran dokter spesialis, Kepala Desa Manggis, serta perwakilan Tim Penggerak PKK.
Dalam sambutannya, dr. Heru Padmonobo menjelaskan bahwa program Speling merupakan inovasi pelayanan kesehatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program ini dirancang untuk menghadirkan layanan medis spesialistik langsung ke tengah masyarakat guna mengatasi kendala jarak dan mobilitas menuju fasilitas kesehatan rujukan.
"Program Speling ini adalah gagasan Gubernur Jawa Tengah agar layanan kesehatan spesialistik bisa hadir langsung di desa-desa. Ini menjadi solusi bagi masyarakat yang sulit menjangkau rumah sakit besar, terutama lansia, ibu hamil, dan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan," ujar dr. Heru.
Selain program dari pemerintah provinsi, dr. Heru menambahkan bahwa Kabupaten Brebes juga memiliki program unggulan daerah berupa "Nakes Door to Door" yang digagas Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Program tersebut berfokus pada pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Bumiayu, dr. Hero Irawan, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran pelaksanaan kolaborasi perdana tersebut.
Berdasarkan data pelaksanaan di lapangan, pelayanan kesehatan dibagi menjadi empat jenis layanan. Layanan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG) diikuti 18 peserta, dengan 14 di antaranya dirujuk untuk penanganan lebih lanjut. Layanan Spesialis Penyakit Dalam diikuti 15 peserta, dengan 14 pasien dirujuk ke RSUD Bumiayu untuk mendapatkan penanganan intensif.
Selain itu, layanan Terapi Complementary Medicine (TCM) diikuti 18 warga untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan. Adapun layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) diikuti seluruh 153 peserta yang hadir, meliputi pemeriksaan fisik dasar dan pemantauan status gizi.
Menurut dr. Hero, tingginya angka rujukan dari layanan spesialis menunjukkan pentingnya deteksi dini masalah kesehatan di tingkat desa. Penanganan yang cepat dinilai dapat mencegah perburukan kondisi pasien akibat keterlambatan diagnosis dan terapi.
"Melalui program Speling, hambatan jarak, biaya, dan waktu dapat diminimalkan. Layanan yang diberikan juga sesuai standar rumah sakit karena dilakukan langsung oleh dokter spesialis," pungkas dr. Hero.
Pihak manajemen RSUD Bumiayu bersama Dinkesda Brebes berharap kolaborasi tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkala guna mendukung pemerataan akses layanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Brebes.
