KETIK, BONDOWOSO – Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid secara resmi membuka Seleksi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-7 tingkat Kabupaten Bondowoso Tahun 2026.
Ajang tersebut menjadi pintu bagi para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus merebut kesempatan mewakili Bondowoso di tingkat Provinsi Jawa Timur hingga nasional.
Pembukaan PORSADIN VII berlangsung dengan dihadiri Wakil Bupati Bondowoso Lora As'ad Yahya Syafi'i, Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, jajaran Forkopimcam Grujugan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso Dr. H. Moh. Ali Masyhur, jajaran DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bondowoso, Kepala Dinas Pendidikan Taufan Restuanto, serta para kepala madrasah, ustadz, ustadzah, pembina dan peserta.
Bupati Hamid memberikan apresiasi kepada DPC FKDT Bondowoso dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan Porsadin VII. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, FKDT, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan diniyah menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk moral, karakter, dan spiritualitas anak-anak kita. Di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat, pendidikan diniyah harus terus menjadi benteng pembentukan generasi yang berakhlakul karimah,” ujar Bupati pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Hamid menegaskan Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen untuk terus mendukung keberadaan dan kemajuan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Sebab, pendidikan karakter yang ditanamkan melalui lembaga diniyah dinilai menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
Porsadin, lanjutnya, bukan sekadar arena mencari juara. Kompetisi tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi santri untuk mengembangkan potensi secara utuh, mulai dari kebugaran fisik, kecerdasan, kreativitas seni hingga kemampuan membangun karakter.
Melalui berbagai cabang olahraga dan seni, para peserta juga diharapkan mampu memperkuat persaudaraan antar-santri dan Madrasah Diniyah di seluruh wilayah Bondowoso. yang bertempat di Ponpes Nurul Huda An-Nawawi Desa Grujugan Kidul Kecamatan Grujugan.
Bupati kemudian menitipkan pesan khusus kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana menempa mental dan karakter. Ia meminta para santri bertanding dengan penuh keyakinan, namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah kompetisi. Tetapi kejujuran, sportivitas dan akhlak mulia adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Tak hanya berhenti pada seleksi tingkat kabupaten, Hamid juga menantang para peserta yang nantinya terpilih menjadi wakil Bondowoso untuk mempersiapkan diri secara lebih serius. Mereka diharapkan mampu membawa nama daerah dan menorehkan prestasi pada Porsadin tingkat Provinsi Jawa Timur hingga nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hamid juga memberikan penghormatan kepada para ustadz, ustadzah, pengasuh, dan pembina Madrasah Diniyah yang selama ini bekerja dengan penuh ketulusan dalam mendidik generasi muda.
Menurutnya, dedikasi para pendidik diniyah bukan hanya membentuk kecerdasan santri, tetapi juga menanamkan nilai moral dan spiritual yang akan menjadi bekal mereka dalam menghadapi masa depan.
“Ketulusan dan keikhlasan para ustadz dan ustadzah dalam membimbing santri adalah investasi sosial dan spiritual yang nilainya sangat besar. Semoga seluruh pengabdian tersebut menjadi amal jariyah,” katanya.
Dengan pembacaan basmalah, Bupati Abdul Hamid Wahid kemudian secara resmi membuka Seleksi Porsadin VII tingkat Kabupaten Bondowoso Tahun 2026.
Ajang ini pun menjadi awal perjuangan para santri untuk membuktikan bahwa generasi Madrasah Diniyah Bondowoso tidak hanya unggul dalam akhlak dan pendidikan keagamaan, tetapi juga siap bersaing dan berprestasi di panggung yang lebih tinggi.(*)
.png)