Pelajar SMAN 1 Bojonegoro Diedukasi Soal AI, Diminta Waspadai Hoaks dan Deepfake

18 Agustus 2026 22:09 18 Agt 2026 22:09

Sukiman, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pelajar SMAN 1 Bojonegoro Diedukasi Soal AI, Diminta Waspadai Hoaks dan Deepfake

Kegiatan edukasi paham AI dari Polri Kompol Khristanto sekitar 200 pelajar SMAN 1 Bojonegoro. Pelajar SMAN 1 Bojonegoro mengikuti edukasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI yang digelar di aula sekolah, Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto: Sukiman/Ketik com)

KETIK, BOJONEGORO – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi perhatian dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di ruang digital.

Edukasi mengenai pemanfaatan AI diberikan kepada sekitar 200 pelajar SMAN 1 Bojonegoro di aula sekolah, Jalan Panglima Sudirman, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Kanit 3 Satreskrim Polres Bojonegoro IPTU Agus Wijaya bersama sejumlah anggota.

Para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan AI, manfaat teknologi tersebut, hingga berbagai risiko yang perlu diwaspadai dalam penggunaannya.

Kepala SMAN 1 Bojonegoro Wiwik Widowati mengapresiasi edukasi yang diberikan kepada para siswa.

Menurutnya, pemahaman mengenai teknologi penting agar pelajar tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.

“Kegiatan edukasi paham AI dari Polri ini sangat bermanfaat bagi para siswa. Para siswa harus mengikuti perkembangan zaman, melek teknologi, dan mampu memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik serta bertanggung jawab,” tuturnya.

Terpisah, Kabag SDM Polres Bojonegoro Kompol Khristanto Widhy Nugroho mengatakan, literasi AI penting karena generasi muda merupakan salah satu kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman mengenai etika, tanggung jawab, serta konsekuensi hukum dari penggunaannya.

“Tujuan edukasi ini untuk membangun pemahaman dan etika dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Para siswa juga perlu mampu menyaring informasi, mengenali bias data serta mewaspadai hoaks dan deepfake yang dapat menyesatkan maupun merugikan orang lain,” ujarnya.

Khristanto menilai perkembangan AI membawa banyak manfaat bagi kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.

Namun, teknologi tersebut juga dapat disalahgunakan untuk menghasilkan informasi palsu, memanipulasi gambar maupun video, hingga menyebarkan konten yang dapat merugikan orang lain.

Karena itu, para pelajar didorong tidak langsung mempercayai setiap informasi yang mereka temukan di ruang digital.

Kemampuan memeriksa sumber informasi dan memahami bagaimana teknologi AI bekerja dinilai menjadi bagian penting dari literasi digital.

Selain aspek keamanan, para siswa juga diarahkan memanfaatkan AI secara produktif untuk mendukung kegiatan belajar dan berkarya.

Teknologi AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mencari ide, memahami materi, melakukan eksplorasi, maupun meningkatkan kreativitas. Namun, penggunaannya tetap harus mempertahankan orisinalitas gagasan dan tidak digunakan untuk melakukan plagiarisme.

Khristanto menegaskan, AI seharusnya ditempatkan sebagai sarana pendukung, bukan pengganti kemampuan berpikir dan tanggung jawab penggunanya.

“Edukasi tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang cerdas digital, adaptif dan berdaya saing, sekaligus mampu menggunakan teknologi kecerdasan buatan secara aman, etis dan bertanggung jawab demi mencegah potensi kriminalitas di dunia maya maupun yang berdampak pada kehidupan nyata,” jelasnya.

Kegiatan edukasi tersebut diikuti para pelajar dengan antusias.

Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan perkembangan teknologi AI, tetapi juga diajak memahami sisi positif dan potensi risiko yang muncul seiring semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Edukasi Sman 1 Kabupaten Bojonegoro AI Artificial Intelligence Literasi digital Pelajar Bojonegoro Sman 1 Bojonegoro Deepfake Hoaks teknologi digital polres bojonegoro Kompol Khristanto Widhy Nugroho Iptu Agus Wijaya berita bojonegoro info bojonegoro