Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Lantik 3 Kades PAW 2026, Tekankan Rekonsiliasi dan Transparansi Dana Desa

29 April 2026 18:52 29 Apr 2026 18:52

Sukiman, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Lantik 3 Kades PAW 2026, Tekankan Rekonsiliasi dan Transparansi Dana Desa

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga kepala desa (kades) hasil Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu (PAW) 2026. (Foto: Sukiman/Ketik.com)

KETIK, BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga kepala desa (kades) hasil Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu (PAW) tahun 2026. Prosesi berlangsung khidmat di Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Rabu, 29 April 2026.

Tiga kepala desa yang dilantik adalah Tohir sebagai Kepala Desa Ketileng, Kecamatan Malo; Eki Sarifudin Rohmanto sebagai Kepala Desa Kalicilik, Kecamatan Sukosewu; serta Sumi sebagai Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Padangan.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan pesan kepada para pemimpin desa yang baru saja mengucapkan sumpah jabatan. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukanlah alat untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat.

“Saya ucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu kepala desa terpilih. Perlu diingat, jabatan ini bukan soal kekuasaan, melainkan amanah dan tanggung jawab. Ini adalah bentuk pengabdian,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa dinamika politik di tingkat desa pascapemilihan kerap menyisakan perbedaan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta para kades terlantik segera melakukan rekonsiliasi dan merangkul seluruh elemen desa, mulai dari perangkat desa, BPD, hingga warga yang sebelumnya berbeda pilihan.

“Tugas pertama adalah membangun harmoni. Bapak dan Ibu tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan sinergi dengan BPD. Lapangkan dada, rangkul semuanya demi kemajuan desa,” tambahnya.

Mengingat masa jabatan kades PAW merupakan kelanjutan dari periode yang sedang berjalan (sekitar dua tahun), Bupati meminta agar para kades segera tancap gas dalam penyusunan dan pengelolaan APBDes. Ia juga mewanti-wanti agar penggunaan Dana Desa (DD) dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bijak, terutama di tengah kondisi anggaran yang cukup menantang.

“Gunakan Dana Desa dengan bijak. Hindari penyalahgunaan wewenang. Di masa transisi ini, kita butuh gotong royong dan inovasi untuk menggali potensi desa agar PADesa bisa meningkat,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh kades untuk menyukseskan program pembangunan, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Bojonegoro sangat bergantung pada soliditas pemerintah di tingkat desa.

Acara pelantikan ini turut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, Asisten I Setda, staf ahli, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta tokoh masyarakat dari masing-masing kecamatan.

Tombol Google News

Tags:

bupati setyo wahono Paw 2026 Kabupaten Bojonegoro