KETIK, BLITAR – Suara gemuruh air kembali terdengar dari Bendungan Wlingi Raya dan Bendungan Lodoyo. Tradisi tahunan yang dikenal masyarakat sebagai “pladu” resmi dimulai sejak 18 Mei 2026. Di balik derasnya arus yang mengalir ke hilir, tersimpan misi besar menjaga denyut pertanian dan pasokan listrik di wilayah Blitar hingga Tulungagung.
Perum Jasa Tirta I (PJT I) menargetkan sebanyak 600 ribu meter kubik sedimen terkuras dalam kegiatan flushing tahun ini. Sedimen tersebut terdiri dari sekitar 350 ribu meter kubik di Bendungan Wlingi dan 250 ribu meter kubik di Bendungan Lodoyo.
Kepala Divisi Jasa Asa Wilayah Sungai Brantas PJT I, Agung Nugroho, mengatakan flushing menjadi agenda rutin tahunan demi menjaga fungsi waduk tetap optimal.
“Ini merupakan program rutin untuk menjaga kelancaran operasi waduk. Karena di Wlingi-Lodoyo ada layanan PLTA dan juga layanan irigasi yang sangat penting,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurut Agung, keberadaan waduk tidak hanya menopang pembangkit listrik tenaga air, tetapi juga menyuplai kebutuhan irigasi bagi ribuan hektar lahan pertanian.
“Ada sekitar 12.200 hektar area pertanian yang mendapat layanan dari Irigasi Lodagung, mulai wilayah Lodoyo, Blitar sampai Tulungagung,” jelasnya.
Ia menuturkan, sedimentasi yang terus menumpuk dapat mengganggu aliran air menuju intake irigasi maupun operasional turbin PLTA. Karena itu, penggelontoran sedimen dilakukan agar kapasitas layanan tetap terjaga.
“Harapannya air irigasi tetap lancar sehingga mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Selain itu PLTA juga bisa berfungsi sesuai kapasitas terpasangnya,” katanya.
Diketahui, PLTA Wlingi memiliki kapasitas sebesar 2 x 27 megawatt (MW). Sedangkan seluruh proses flushing dijadwalkan berlangsung hingga 22 Mei 2026.
PJT I memastikan pada 23 Mei mendatang layanan irigasi maupun operasional PLTA kembali berjalan normal.
Bagi warga sekitar bantaran sungai Brantas, pladu bukan sekadar kegiatan teknis tahunan. Momen ini juga menjadi penanda bagaimana bendungan terus “bernapas”, membersihkan endapan lumpur demi menjaga aliran manfaat bagi sawah, listrik, dan kehidupan di hilir sungai.
