Jaranan dan Kenduri Jadi Nafas Bersih Desa Kelurahan Blitar, Tradisi Leluhur Tetap Hidup di Tengah Modernisasi

15 Mei 2026 14:54 15 Mei 2026 14:54

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail Jaranan dan Kenduri Jadi Nafas Bersih Desa Kelurahan Blitar, Tradisi Leluhur Tetap Hidup di Tengah Modernisasi

Pagelaran kirab budaya dalam rangka bersih desa Kelurahan Blitar, Kota Blitar, Jumat 15 Mei 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Tabuhan gamelan berpadu sorak warga menggema sejak pagi di kawasan Balai Kelurahan Blitar, Kota Blitar, Jumat 15 Mei 2026. Kirab Budaya Jaranan dan Kenduri Bersama dalam rangka Bersih Desa Kelurahan Blitar Tahun 2026 berlangsung semarak dan penuh nuansa tradisi Jawa yang kental.

 

Warga dari berbagai lingkungan tampak antusias memadati lokasi kegiatan dengan mengenakan pakaian tradisional hingga busana jadul khas tempo dulu. Kirab budaya jaranan menjadi magnet utama yang menyedot perhatian masyarakat.

 

Tradisi tahunan ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan bentuk ikhtiar masyarakat menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya luar.

 

Sepanjang kirab berlangsung, iring-iringan kelompok seni jaranan asli Kelurahan Blitar bergerak mengelilingi wilayah kelurahan. Tabuhan gamelan, atraksi penari, hingga kesenian tradisional lain menyatu menciptakan suasana khas budaya Jawa yang hangat dan penuh kebersamaan.

 

Tak hanya kirab budaya, rangkaian Bersih Desa juga diisi kenduri bersama, langen tayub, doa lintas agama, malam tirakatan, khotmil Quran dan yasin tahlil, hingga pagelaran jaranan pada malam hari.

 

Lurah Blitar Iwan Purwanto mengatakan tema Bersih Desa tahun ini mengusung “Manunggaling Budoyo Hanggayuh Kuncoro”. Tema tersebut menjadi semangat masyarakat untuk terus menjaga persatuan sekaligus melestarikan budaya lokal.

 

“Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama masyarakat untuk menjaga tradisi sekaligus mempererat kerukunan warga,” ujar Iwan.

 

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Mei dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai tokoh warga, RT/RW, pemuda, hingga para sesepuh kampung.

 

Suasana kekeluargaan juga terasa kuat dalam tradisi kenduri bersama. Warga duduk melingkar menikmati hidangan sambil berdoa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan keselamatan bagi kampung mereka.

 

Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi lintas generasi. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua tampak berbaur mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias.

 

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin yang hadir dalam kegiatan itu menilai Kelurahan Blitar menjadi contoh bagaimana pembangunan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal.

 

Menurutnya, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat yang rukun dan berkepribadian.

 

“Melalui kirab ini, kita menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya,” kata Mas Ibin.

 

Ia juga menyoroti keberadaan Makam Adipati Aryo Blitar di wilayah tersebut yang menjadi simbol penting sejarah dan identitas masyarakat Blitar Raya.

 

Bersih Desa Kelurahan Blitar tahun ini pun menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki ruang kuat di tengah perkembangan zaman. Di saat modernisasi terus bergerak cepat, masyarakat Kelurahan Blitar memilih tetap menyalakan api budaya agar tidak padam dimakan waktu.

Tombol Google News

Tags:

Kelurahan Blitar Kota Blitar Bersih desa Kirab Budaya Blitar Aryo Blitar