KETIK, BITUNG – Seorang jurnalis di Kota Bitung, Samiun Manope, menjadi korban serangan senjata tajam jenis panah wayer di wilayah Kelurahan Girian Weru Dua, Kecamatan Girian, Jumat, 29 Mei 2026, sekitar pukul 01.32 WITA.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu terjadi saat Samiun sedang berkunjung ke rumah rekannya di area tempat pembuatan batu bata atau batako.
Saat itu, korban bersama beberapa rekannya sedang duduk dan bersantai sebelum situasi mendadak berubah mencekam.
“Waktu itu saya sedang duduk santai di rumah teman di lokasi pembuatan batako. Tiba-tiba ada panah wayer yang dilepaskan orang tak dikenal dan langsung mengenai saya,” terang Samiun kepada wartawan.
Serangan tersebut diduga dilakukan oleh oknum tak dikenal yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Hingga kini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian dari aktivis dan pemerhati Kota Bitung, Polo Boven. Ia meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap para pelaku kriminal, khususnya yang menggunakan senjata tajam dan meresahkan masyarakat.
“Kami berharap pihak kepolisian bisa menangani kasus ini secara serius dan memberantas para pelaku kriminal yang menggunakan senjata tajam. Ini sangat meresahkan warga,” ujarnya.
Kasus panah wayer sendiri masih menjadi perhatian masyarakat di Kota Bitung karena dinilai membahayakan keselamatan warga, terutama pada malam hingga dini hari.
Warga berharap aparat keamanan dapat meningkatkan patroli dan mempercepat pengungkapan pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, mengatakan pihaknya masih melakukan pengungkapan kasus melalui tim operasional lapangan.
“Untuk kasus ini sementara dalam proses pengungkapan oleh tim opsnal,” kata Ahmad kepada Ketik.com.
