KETIK, MALANG – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyebut produk-produk dalam negeri saat ini mulai digandrungi di pasar internasional. Tak hanya produk yang berasal dari industri berskala besar, tetapi juga produk dari industri kecil.

Dyah menjelaskan, dari sektor UMKM, banyak produk Indonesia yang diminati di pasar internasional, seperti kopi, kakao, cokelat, hingga baju gamis.

"Kalau kita berbicara UMKM yang lagi naik daun trennya, itu salah satunya kopi, lalu kemudian kakao, cokelat. Lalu banyak sekali permintaan baju-baju modest di Middle East. Biasanya modest fashion, baju-baju gamis, itu juga mulai diminati oleh pasar internasional, dan Indonesia bisa berdaya saing di situ," ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.

Di sisi lain, pada sektor industri besar, alas kaki menjadi salah satu produk yang menopang perdagangan Indonesia. Selain itu, sektor CPO atau minyak sawit juga banyak diminati di pasar Eropa.

"Belum lagi CPO atau sawit, itu kita juga memasok ke beberapa wilayah, termasuk di Eropa, lalu kemudian di Middle East, tapi juga di daerah Pakistan, India, hingga wilayah lainnya. Itu menjadi salah satu komoditas yang cukup berdaya saing untuk Indonesia," katanya.

Baca Juga:
Tinjau Program Sekolah Garuda di MAN 2 Kota Malang, Wamendag Ajak Siswa Berani Bermimpi Besar

Dengan produk lokal yang berdaya saing, diharapkan mampu memberikan multiplier effect yang positif bagi masyarakat, salah satunya melalui terciptanya lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

"Kita berharap bahwa tenaga kerja lokal dilibatkan di dalam proses ataupun sebuah keberhasilan industri. Dan mudah-mudahan multiplier effect itu bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kita juga," sebutnya.

Baca Juga:
Wamendag Tinjau MAN 2 Kota Malang, Dorong Campuspreneur di Sekolah Garuda