KETIK, BATU – Kebocoran atap dan talang air kembali menjadi persoalan di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Rabu sore, 28 Oktober 2026.

Wali Kota Batu, Nurochman, menyatakan perbaikan akan dilakukan dalam waktu sepekan.

“Sudah kami cek, nanti seminggu lagi kita kerjakan,” ujarnya seusai meninjau di Pasar Induk Among Tani, pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Sebelumnya, hujan deras menyebabkan air masuk melalui sejumlah bagian atap pasar dan mengalir ke area dalam bangunan. Akibatnya, beberapa titik di pasar yang dibangun menggunakan anggaran APBN sebesar Rp166,7 miliar itu mengalami genangan.

Di sejumlah lokasi, air yang jatuh dari atap terlihat mengalir deras menyerupai air terjun. Sementara itu, genangan di lantai atas membuat sebagian area pasar tampak seperti kolam.

Baca Juga:
Wali Kota Batu Cak Nur Tinjau 4 Titik Luapan Air, Kebut Perbaikan Plengsengan dan Gencarkan Kerja Bakti

Pedagang berupaya mengantisipasi kebocoran dengan menggunakan peralatan seadanya. Ember hingga tempat sampah diletakkan untuk menampung air yang menetes dari atap agar tidak semakin membasahi area berjualan.

Namun, cara tersebut belum menyelesaikan persoalan. Air yang terus mengalir dari atap dan talang membuat pedagang kembali menghadapi gangguan serupa setiap kali hujan deras turun.

Kebocoran atap dan talang air di Pasar Induk Among Tani bukan kali pertama terjadi. Persoalan tersebut berulang saat hujan deras mengguyur Kota Batu, sehingga kembali menjadi perhatian di tengah aktivitas perdagangan.

Kondisi ini menjadi sorotan karena Pasar Induk Among Tani baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2023. Pasar tersebut dibangun pada era kepemimpinan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dengan anggaran APBN sebesar Rp166,7 miliar.

Baca Juga:
Drainase Tersumbat, Hujan Deras Picu Luapan Air dan Longsor di 7 Titik Wilayah Kota Batu

Meski baru beroperasi sekitar tiga tahun, kerusakan pada bagian atap dan talang air masih menjadi persoalan yang harus dihadapi pedagang, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan pasar.(*)