Menurut Kak Ludi yang biasa disapa awak media, Pagar Alam Sumsel memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong kemajuan daerah.

Terlebih, Pagar Alam Sumsel dikenal sebagai Kota  berhawa sejuk dengan kekuatan sektor pariwisata dan agribisnis.

Salahsatu langkah yang akan didorong Pemkot Pagar Alam Sumsel, adalah memberikan reward atau penghargaan kepada kelurahan terbaik.

Penilaian akan mengedepankan inovasi, kreativitas, serta kepekaan aparatur kelurahan, dalam melihat dan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Baca Juga:
Prestasi Gemilang! Desa Kebobang Jadi Juara 1 se-Jatim, Bupati Malang Beri Apresiasi

“Ke depan, kita akan mengadakan reward kepada kelurahan terbaik, dengan mengedepankan inovasi dan kepekaan terhadap kemajuan Pagar Alam,” ungkapnya.

Wako menilai, persoalan sampah menjadi salahsatu tantangan yang membutuhkan perhatian serius, sekaligus terobosan dari setiap kelurahan.

Penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi perlu didukung kesadaran masyarakat dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

Wako juga mengungkapkan, Pemkot Pagar Alam Sumsel belum lama ini telah melakukan studi banding ke Kota  Salatiga untuk mempelajari pengelolaan sampah.

Baca Juga:
Dorong Transformasi Digital, Sekda Kabupaten Malang Luncurkan Kartu Debit ATM Garudeya

Dari kunjungan tersebut, ia melihat pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Di Salatiga, kesadaran masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan anorganik dinilai telah berkembang dengan baik.

Praktik tersebut menjadi salahsatu hal yang ingin dipelajari dan diadaptasi sesuai kondisi Kota  Pagar Alam Sumsel.

Dengan pemilahan sampah itu, kalau bisa kita kelola sampah organik ini untuk dijadikan hal yang bermanfaat di Kota  Pagar Alam yang terkenal dengan Kota  Agribisnis.

Menurut Kak Ludi, sampah organik memiliki peluang untuk diolah menjadi produk bermanfaat, seperti kompos yang dapat mendukung aktivitas pertanian.

Dengan demikian, penanganan sampah tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi sektor agribisnis.

Selain persoalan sampah, Kak Ludi juga menyoroti potensi kerajinan lokal yang dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

  Wako juga mendorong Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, serta organisasi perempuan lainnya agar berperan aktif membina masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Pembinaan tersebut diharapkan mampu menggali keterampilan warga sekaligus mengembangkan produk kerajinan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Menurut Kak Ludi, setiap kelurahan memiliki potensi yang berbeda sehingga pendekatan pengembangan usaha juga perlu disesuaikan dengan sumber daya dan keterampilan masyarakat setempat.

Sebagai Kota  wisata, bagaimana caranya ibu-ibu PKK, Dharma Wanita dan organisasi wanita lainnya bisa membimbing turun ke kelurahan, mengingat potensi di tiap-tiap kelurahan itu berbeda-beda.

Wako juga mencontohkan Dusun Muara Tenang, Kelurahan Perahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, yang memiliki potensi kerajinan cukup banyak untuk dikembangkan.

Potensi tersebut, jika dibina secara berkelanjutan, dapat menjadi produk unggulan lokal sekaligus menambah daya tarik wisata Kota  Pagar Alam.