KETIK, MALANG – Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,05 persen (mtm) pada April 2026. Salah satu pemicunya kenaikan harga cabai pada momen Ramadan dan Lebaran 2026.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, menjelaskan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada April 2026 ini lebih rendah dibanding Maret 2026. 

Pada bulan sebelumnya, inflasi Kota Malang menyentuh angka 0,34 persen (mtm). Angka tersebut juga membuat inflasi tahunan Kota Malang tercatat 2,70 persen (yoy). 

"Inflasi tahunan Kota Malang masih berada di bawah inflasi tahunan Jawa Timur sebesar 2,85 persen (yoy). Tapi masih berada di atas inflasi tahunan Nasional sebesar 2,42 persen (yoy)," ujarnya, Sabtu, 9 Mei 2026.

Inflasi pada April ini banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,48 persen (mtm). Kenaikan harga komoditas cabai rawit memberikan andil cukup besar yakni 0,20 persen. Disusul oleh daging ayam ras 0,10 persen, telur ayam ras 0,07 persen, dan cabai merah 0,02 persen (mtm). 

Baca Juga:
Dosen UM Khusnul Khotimah Usung Gagasan Ketangguhan Diri ke Seminar Internasional di Australia

"Kenaikan harga komoditas pangan mulai dari cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah ini terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Di sisi lain, pasokannya terbatas akibat kendala cuaca, khususnya pada komoditas cabai," ucapnya. 

Kenaikan beberapa sektor juga berkontribusi terhadap inflasi Kota Malang. Seperti kenaikan harga tarif angkutan udara, hingga bensin akibat tingginya harga minyak di pasar global. Termasuk penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026 lalu. 

"Tarif kereta api juga memberi andil inflasi karena normalisasi tarif setelah promo diskon berakhir pada lebaran kemarin," lanjutnya. 

Menurutnya, kondisi inflasi Kota Malang masih cenderung stabil dengan kondisi di Jawa Timur dan Nasional. Terlebih pemerintah bersama TPID Kota Malang telah rutin melakukan intervensi pengendalian inflasi. 

Baca Juga:
Pecinta Kuliner Merapat! Ini 3 Rekomendasi Pecel Enak di Kota Malang

"Kemarin ada kegoatan panen cabai dan penyaluran bantuan sarana produksi kepada petani. Kemudian tanam padi serentak se-Jawa Timur di lahan milik Kelompok Tani Tani Mulyo III Mulyorejo," jelasnya. 

BI Malang sendiri terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah. Melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) diharapkan inflasi tetap terkendali. 

"Ada juga penguatan program 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi serta Komunikasi efektif) untuk menjaga level inflasi ke depan berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 perse (yoy)," tutupnya. (*)