KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) melalui Satuan Reformasi Birokrasi (SRB) melakukan pelatihan internal audit untuk ISO 31000:2018. Pelatihan tersebut untuk memperkuat kemampuan dan kapasitas auditor di lingkungan kampus.
Dr. Ngesti Dwi Prasetyo, Kepala Satuan Reformasi Birokrasi (SRB) UB, menjelaskan, pelatihan tersebut sekaligus lanjutan dari peluncuran Aplikasi Sistem Manajemen Risiko (SEMAR), upaya memperkuat tata kelola organisasi modern.
"Acara hari ini yang diselenggarakan oleh Satuan Reformasi Birokrasi adalah pelatihan internal audit untuk ISO 31000 versi 2018, yakni sistem manajemen risiko. Pelatihan ini harapannya memperkuat, memperdalam kemampuan dan kapasitas auditor atau analis manajemen risiko yang ada di UB," ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.
Aplikasi SEMAR telah diluncurkan pada Mei 2026 lalu. Usai peluncuran, dibutuhkan validasi dari Tim Analis maupun Tim Auditor ISO 31000 terkait manajemen risiko. Ngesti mengharapkan UB dapat lebih akuntabilitas dan mampu mrngendalikan manajemen risiko.
"Sehingga capaian-capaian kinerja yang ada di Universitas Brawijaya dapat dimitigasi secara dini, dan akhirnya tujuan itu bisa tercapai dan diantisipasi sampai kemudian pada akhir tahun yang akan datang," ungkapnya.
Baca Juga:
Dari Ekspedisi hingga Identifikasi, Dua Tahun Perjalanan Prof. Hagus Tarno Menemukan Empat Spesies Baru di UB ForestPelatihan dilakukan bersama 3 lembaga yakni Satuan Reformasi Birokrasi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta Satuan Pengawas Internal (SPI).
"Ini kita semacam pelatihan gabungan sehingga kita bisa menyamakan persepsi dengan frekuensi, kapasitas yang sama," ungkapnya.
Sementara itu Dr. Mohammad Nuh, Sekretaris Satuan Reformasi Birokrasi, menjelaskan, Satuan Reformasi Birokrasi (SRB) sebagai lini kedua bertugas melaksanakan verifikasi data di manajemen risiko. Baik berupa risk register mulai dsri identifikasi, mitigasi risiko, hingga validasi risiko.
"Nah, di situlah fungsi nanti verifikator di lini dua. Hasil kerja dari verifikator ini nanti diawasi oleh LPM ataupun oleh SPI yang merupakan lini ketiga. Pada hari ini penguatan kapasitas masing-masing lini, baik lini dua maupun lini tiga yang akan menilai kinerja dari lini satu yang memasukkan risk register," jelasnya. (*)