KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) memberikan perhatian khusus kepada peserta berkebutuhan khusus dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Sebanyak 13 peserta penyandang disabilitas mengikuti ujian dengan bantuan fasilitas khusus dan pendampingnya yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Universitas Brawijaya terbuka untuk seluruh peserta. Tahun ini, Universitas Brawijaya memfasilitasi 13 peserta penyandang disabilitas yang mencakup, yakni enam tunarungu, tiga tunadaksa, dan empat tunanetra.

Kepala Subdivisi Kehumasan Universitas Brawijaya, Tri Wahyu Basuki, S.E, menyampaikan bahwa mereka telah menyiapkan ruangan khusus untuk peserta disabilitas yang ingin menjalani ujian dengan nyaman. Walaupun ujian bersifat reguler, Universitas Brawijaya tetap menyediakan fasilitas tambahan agar peserta yang difabel dapat menyesuaikan dengan kebutuhan mereka 

“Jadi bagi mereka ini kan ujian reguler, jadi mereka ada memang kita juga punya jalur khusus untuk disabilitas, tapi ada yang disabilitas yang ingin masuknya itu barengan dengan yang reguler, kita sediakan satu ruangan khusus,” ujar Tri Wahyu Basuki. 

Ruang yang disediakan tersebut dilengkapi pelbagai peralatan pendukung sesuai kebutuhan peserta. Universitas Brawijaya juga mengadaptasi alat ujian dengan bantuan teknologi dari pusat, sehingga peserta bisa mengerjakan soal dengan maksimal. Peserta yang disabilitas seperti tunarungu mendapatkan bantuan visual melalui monitor tambahan, sementara peserta tunanetra difasilitasi dengan sistem audio.

Baca Juga:
Relokasi Pedagang Molor Lagi, Target Perbaikan Jalan Pasar Gadang Tetap Dimulai Mei 2026

“Jadi kalau yang tunarungu dia ada monitornya untuk baca, untuk yang tidak bisa melihat ya ada audio bagian, itu sudah difasilitasi aplikasinya dari pusat, dari pusat kita menyesuaikan alatnya saja,” jelasnya.

Selain fasilitas, Universitas Brawijaya juga menyediakan pendamping dan pengawas khusus yang telah mengerti keberadaan peserta difabel. Ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian tetap sesuai prosedur serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para peserta 

Di sisi lain, pelaksanaan UTBK di UB sampai saat ini berlangsung dengan baik. Pihak Universitas menerapkan sejumlah pembatasan, termasuk pengaturan akses kegiatan di area kampus, untuk memastikan kelancaran ujian

“Alhamdulillah sampai dengan hari ini kondusif, karena memang kita membatasi baik yang dari luar maupun dari dalam,” ungkap Tri Wahyu Basuki

Baca Juga:
Jadi Sasaran Vandalisme dan Tumpukan Sampah, 37 Halte Bus Kota Malang Perlu Perbaikan

Melalui berbagai upaya ini, Universitas Brawijaya mengharapkan semua peserta, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengikuti ujian dengan baik dan memperoleh hasil terbaik. Komitmen ini juga merupakan bagian dari usaha UB dalam membangun lingkungan pendidikan yang merangkul dan bersahabat bagi semua kalangan. (*)