KETIK, LAMONGAN – Kesigapan TNI kembali dibuktikan jajaran Babinsa Koramil 0812/09 Mantup. Jajaran TNI bergerak cepat mendatangi lokasi musibah kebakaran warung kopi milik warga di Dusun Mantup Selatan, Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, pada Rabu malam, Kamis 8 Oktober 2026.

Personel meluncur ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat bersama warga sekitar. Peristiwa kebakaran yang melahap bangunan milik Muni’ah terjadi sekitar pukul 18.15 WIB.

Berdasarkan hasil pemantauan awal di lapangan, kobaran api diduga kuat bersumber dari korsleting arus pendek listrik yang dengan cepat menyambar material bangunan warung yang rentan terbakar.

​Kondisi bangunan warung kopi yang terbuat dari anyaman bambu dan papan kayu membuat kobaran api cepat membesar dan menyebar. 

Mengetahui kejadian tersebut, personel Babinsa Koramil 0812/09 Mantup langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan di lokasi.

Baca Juga:
Lomba Seni Cethe Polres Tulungagung Cup 2026 Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Guyub Warga Ngunut

​Dalam proses pemadaman dan pengamanan lokasi, sebanyak dua personel Babinsa Koramil 0812/09 Mantup bahu-membahu bersama tiga personel Polsek Mantup, satu personel Satpol PP, serta unit Pemadam Kebakaran (Damkar) yang mengerahkan tiga armada. 

Perangkat desa setempat beserta warga sekitar juga turut bergotong royong menjinakkan si jago merah.

​Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menyampaikan apresiasinya atas kesiapsiagaan prajurit di lapangan yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam situasi darurat. Penanganan musibah ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga keselamatan warga binaannya.

​"Babinsa kami selalu siap sedia 24 jam untuk merespons setiap potensi bencana maupun musibah di wilayah binaan. Sinergi yang cepat antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemadam Kebakaran, dan masyarakat sangat krusial agar dampak kebakaran dapat diminimalisir dan tidak meluas ke pemukiman warga sekitar," tegas Dandim 0812/Lamongan.

​Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiel yang dialami korban diperkirakan mencapai kurang lebih Rp25 juta.

Selain bangunan warung beserta isinya yang hangus melahap api, sejumlah dokumen kependudukan penting milik korban seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Buku Nikah juga ikut terbakar.

​"Babinsa Koramil 0812/09 Mantup di lokasi menyatakan bahwa fokus utama saat kejadian adalah memastikan penanganan pemadaman berjalan lancar, melokalisir api agar tidak merembet, serta mengamankan area sekitar agar aman bagi warga yang melintas," jelasnya.

​Selain membantu proses pemadaman dan pendinginan di lokasi, Babinsa juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk pendataan bantuan darurat.

Pendataan ini dilakukan guna membantu memfasilitasi pengurusan kembali dokumen-dokumen penting milik korban yang hangus terbakar.

​Melalui kejadian ini, jajaran Kodim 0812/Lamongan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran.

Khususnya yang disebabkan oleh kelistrikan. Warga diharapkan selalu memeriksa instalasi listrik secara berkala guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.(*)