KETIK, MALANG – Tak hanya dikenal memiliki tradisi dan kebudayaan yang masih terjaga kuat, masyarakat Tengger yang mendiami lereng Pegunungan Tengger juga memiliki ragam sajian khas yang sederhana namun kaya rasa. Salah satunya adalah sambal orek, yang menjadi sajian khas mereka.
Sajian sambal orek ini dapat ditemukan di Warung Mbak Yun milik Sri Wahyuni. Warung ini terletak di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, berada jalur menuju Gunung Bromo melalui Tumpang.
Warung yang berdiri sejak 2011 ini dikenal sebagai salah satu tempat persinggahan wisatawan dan pendaki yang hendak menuju Bromo.
Namun, bukan hanya lokasinya yang menarik, melainkan juga sajian makanan khas masyarakat Tengger yang masih dipertahankan.
Menu andalan di tempat ini adalah nasi empok atau sego empok, yaitu nasi jagung yang telah dihaluskan lalu dicampur dengan nasi putih sehingga teksturnya menjadi lebih lembut dan mudah disantap.
Baca Juga:
Gara-Gara Nomor Kontak Palsu, WNA Nyaris Kena Tipu di Terminal Arjosari MalangSeporsi nasi empok disajikan dengan lauk sederhana berupa telur, tahu, ikan asin, sayur hijau, serta dua jenis sambal. Namun, perhatian utama justru tertuju pada sambal orek yang menjadi ciri khas warung tersebut.
Mbak Yun, sapaan karib Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa sambal orek merupakan bagian dari menu harian yang biasa disajikan bersama nasi empok.
Sambal ini dibuat dengan cara sederhana. Cabai dihaluskan lalu dipadukan dengan bawang prei dan kemudian digoreng. Setelah itu ditambahkan garam dan sedikit gula.
Baca Juga:
Pantun ala Gubernur Khofifah Bakar Semangat Peserta Kejurnas Tenis Piala Ketua MA 2026 di MalangMeski bahan dan prosesnya sederhana, rasa yang dihasilkan cukup kuat. Sensasi pedas dari cabai berpadu dengan aroma gurih bawang prei menciptakan rasa hangat yang cocok disantap di udara dingin.
Pendamping lain yang tak kalah menarik adalah sayur hijau yang oleh warga setempat disebut sayur siwil atau siwilan. Kombinasi nasi empok, sambal orek, dan sayur hijau inilah yang menjadi ciri sajian khas Tengger di warung tersebut.
Menurut Sri Wahyuni, mayoritas pengunjung yang datang merupakan wisatawan dari luar daerah yang sedang menuju atau pulang dari kawasan Bromo.
"Pengunjungnya paling banyak dari Jakarta. Para pendaki juga menjadikan warung ini sebagai pos mereka," tutur Mbak Yun.
Dengan harga mulai Rp12 ribu per porsi, pengunjung sudah mendapatkan nasi empok lengkap dengan lauk dan dua jenis sambal. Pengunjung juga dapat menambah lauk seperti lele atau ikan lainnya sesuai selera.