KETIK, MALANG – Layanan transportasi publik Trans Jatim di Malang Raya bersiap memasuki babak baru. Pasalnya, Pemprov Jawa Timur telah memastikan perluasan jangkauan bus biru tersebut lewat pembukaan Koridor 2 yang menghubungkan wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang.
Ditargetkan, rute baru tersebut mulai beroperasi pada Oktober 2026 mendatang dan melayani perjalanan dari Terminal Talangagung di Kepanjen menuju Terminal Arjosari di Kota Malang. Kehadiran koridor baru ini menjadi angin segar warga Malang Selatan yang selama ini belum terlayani transportasi publik secara maksimal.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuli Saputro, menyatakan, proses penyiapan koridor baru telah berjalan dan memasuki tahap akhir.
"Untuk Trans Jatim di wilayah Malang sudah final dan ditambahi Koridor 2. Estimasi operasional akan dijalankan pada bulan Oktober mendatang," jelasnya, Minggu, 14 Juni 2026.
Dirinya menjelaskan, rute Koridor 2 tersebut telah dipetakan secara permanen. Bus akan berangkat dari Terminal Talangagung bergerak menuju Terminal Hamid Rusdi dan berakhir di Terminal Arjosari. Dalam skema ini, Terminal Hamid Rusdi memegang peran krusial sebagai titik transit utama sebelum bus melanjutkan perjalanan ke wilayah Utara Kota Malang.
Baca Juga:
Pantun ala Gubernur Khofifah Bakar Semangat Peserta Kejurnas Tenis Piala Ketua MA 2026 di MalangMeski titik simpul antar terminal telah final, namun pihaknya masih mematangkan jalur yang akan dilintasi armada Trans Jatim. Pembahasan dan keputusan teknis ini baru akan digodok dalam rapat koordinasi internal pada Rabu pekan depan.
"Untuk detail ruas jalan mana yang akan dilewati, kami masih menunggu hasil rapat. Namun pemetaan titik terminalnya, sudah final," tambahnya.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, maka operasional koridor baru ini akan dimulai pada Oktober mendatang setelah memperoleh persetujuan dari Pemprov Jatim.
"Apabila tidak ada kendala, maka Insya Allah sesuai dengan jadwal yang berlaku. Seizin Gubernur dan Kepala Dinas, akan dijalankan pastinya di bulan Oktober," terangnya.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Dampingi Ketua MA Buka Kejurnas Tenis di Malang, Ajak Perkuat Persaudaraan Nasional dan Dongkrak Sport Tourism JatimUntuk mendukung kelancaran rute baru tersebut, Dishub Jatim telah mengalokasikan sebanyak 15 unit bus. Terdiri 14 armada untuk operasional serta 1 unit sebagai armada cadangan, dan jumlah ini sama persis dengan armada yang menyokong operasional Koridor 1 Malang Raya.
Terkait dengan jadwal keberangkatan dan interval kedatangan, masih dalam perhitungan. Rencananya, Dishub Jatim akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan survei simulasi waktu tempuh.
"Kami belum tahu pasti waktu tempuhnya. Setelah finalisasi ruas jalan yang akan dilewati sudah final, baru kami survei berapa menit sampainya untuk menghitung jadwal keberangkatan dan interval kedatangan yang paling efektif," imbuhnya.
Kendati demikian, gambaran jam operasional Koridor 2 diprediksi tidak akan jauh berbeda dengan Koridor 1 yang sudah terlebih dulu berjalan. Tidak menutup kemungkinan, Trans Jatim Koridor 2 akan beroperasi lebih pagi demi mengakomodir tingginya mobilitas pekerja dan pelajar.
"Garis besarnya hampir sama dengan Koridor 1 atau bahkan bisa lebih mundur. Semisal layanan Koridor 1 beroperasi pukul 05.00 WIB, maka Koridor 2 sudah mulai beroperasi sejak pukul 04.30 WIB. Tetapi ini belum final, karena masih menunggu kepastian rute jalurnya," tandasnya. (*)