KETIK, MALANG – Seorang mahasiswa berinisial JAL (22) asal Provinsi Sumatera Utara ditemukan meninggal di dalam kamar kosnya yang terletak di Jalan Bendungan Sigura-Gura, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa, 26 Mei 2026 pagi.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, mengatakan bahwa peristiwa itu terungkap setelah penghuni yang berada di samping kamar kos korban mencium bau tidak sedap.
“Saat itu, saksi bernama Kevin (21) mencium bau tidak sedap dari arah kamar korban sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian, ia mengajak penjaga kos untuk mengecek dan mengetuk pintu kamar korban,” jelasnya.
Namun, tidak ada respons sama sekali dari korban. Setelah itu, keduanya berinisiatif untuk mengecek lewat jendela kamar korban.
Mereka pun kaget setelah melihat tubuh korban sudah tidak bergerak dengan posisi duduk di sudut kamar. Kemudian, mereka melapor ke pemilik kos dan menghubungi Polsek Lowokwaru.
Baca Juga:
Tren Kurban 2026 di Kota Malang: Sapi Lebih Diminati Ketimbang Kambing“Mendapat laporan, kami bersama tim INAFIS Polresta Malang Kota langsung mendatangi lokasi. Setelah kamar korban berhasil dibuka, kami langsung melakukan identifikasi sebelum dilakukan evakuasi,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh korban terdapat beberapa lebam dan darah yang sudah mengering. Diduga, korban telah meninggal beberapa hari sebelumnya.
Kemudian, juga ditemukan seutas tali yang melilit leher korban dan ditengarai merupakan sarana korban untuk mengakhiri hidup.
“Kata saksi yang tinggal di samping, korban terakhir terlihat pada Sabtu, 23 Mei 2026 lalu. Setelah itu, pintu kamar korban selalu tertutup rapat hingga adanya penemuan ini,” ungkapnya.
Baca Juga:
Bahagianya Pasutri asal Kedungkandang Malang, Baru Punya Buku Nikah Setelah 30 Tahun BersamaSelain itu, polisi juga menemukan beberapa pesan chat WhatsApp (WA) di ponsel korban. Namun, pesan itu masih tersimpan di chat pribadi dan belum dikirim kepada siapa pun.
“Saat ini masih kami selidiki terkait maksud dan tujuan pesan terakhir yang dibuat oleh korban,” tambahnya.
Kompol Anang Tri Hananta menyampaikan bahwa korban telah dievakuasi ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk dilakukan visum. Dari hasil penyelidikan, diduga korban mengakhiri hidup karena masalah pribadi.
“Kami sudah menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Diduga korban mengakhiri hidupnya sendiri beberapa hari lalu,” pungkasnya.
DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bagi pembaca yang mengalami gejala depresi atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan kepada psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.