KETIK, BATU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu mulai menjangkau kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). 

SPPG Beji Syair, Kecamatan Junrejo, mendistribusikan menu bergizi ke empat posyandu di Desa Beji setelah mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi dan menyelesaikan proses pendataan penerima manfaat.

Distribusi perdana untuk kelompok 3B tersebut telah dilakukan sejak awal pekan ini di empat posyandu yang berada di Desa Beji, yakni Posyandu Kenanga, Posyandu Anggrek, Posyandu Wijaya Kusuma I, dan Posyandu Wijaya Kusuma II.

Kepala SPPG Beji Syair, Ahmad Jalaludin, mengatakan pelaksanaan distribusi bagi kelompok 3B dimulai setelah seluruh persyaratan administrasi dan koordinasi teknis dengan pihak terkait selesai dilakukan.

“Distribusi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sudah mulai kami laksanakan sejak Senin. Sebelumnya kami menunggu terbitnya sertifikat laik higiene sanitasi, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama kader posyandu pada Sabtu lalu,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.

Baca Juga:
Kemarau Datang, BPBD Batu Antisipasi Kebakaran di Lereng Panderman dan Arjuno

Menurut Jalal, data penerima manfaat diperoleh dari Puskesmas Beji sehingga penyaluran dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia menjelaskan, jumlah porsi MBG yang diproduksi saat ini mengalami penyesuaian karena sebagian sekolah di Kota Batu mulai memasuki masa libur akademik.

“Jumlah porsi memang berkurang dibanding sebelumnya karena beberapa sekolah sudah mulai libur. Saat ini total produksi mencapai sekitar 1.300 porsi per hari, termasuk untuk kelompok 3B yang jumlahnya berada di kisaran ratusan penerima,” katanya.

Jalal memperkirakan volume produksi akan kembali menurun dalam beberapa hari ke depan seiring berakhirnya kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Baca Juga:
Ratusan Massa Sobat MBG Gelar Aksi Damai di Kantor Bupati Blitar, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

“Besok kemungkinan sebagian besar sekolah sudah libur. Jika itu terjadi, jumlah produksi akan turun cukup signifikan dan lebih banyak disesuaikan dengan kebutuhan kelompok 3B,” jelasnya.

Untuk memastikan kualitas makanan yang disalurkan tetap terjaga, SPPG Beji Syair menerapkan tahapan kerja yang dimulai sejak dini hari. Bahan baku diterima setiap sore hingga malam hari sebelum dilakukan proses sortir dan persiapan produksi.

“Ketika seluruh penerima manfaat aktif dan sekolah masih masuk, aktivitas dapur sudah berjalan sejak pukul 06.00 pagi. Bahan baku biasanya datang mulai pukul 16.00 hingga 17.00 sore. Setelah itu dilakukan pengecekan keamanan, pemilahan bahan, hingga persiapan produksi yang berlangsung bertahap,” terangnya.

Ia menambahkan, proses pengolahan makanan dilakukan secara terjadwal dengan melibatkan relawan serta petugas yang bertugas di lingkungan SPPG guna memastikan seluruh menu yang didistribusikan memenuhi standar keamanan pangan dan kebutuhan gizi penerima manfaat. (*)