KETIK, SURABAYA – Memasuki puncak musim kemarau di bulan Agustus, Cuaca Kota Surabaya terasa semakin panas. Tidak hanya itu, angin kencang juga cukup sering bertiup dibandingkan sebelumnya yang disebabkan oleh angin timuran.

Kooordinator Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Ady Hermanto menjelaskan, fenomena cuaca panas tersebut masih dalam tahap normal, suhu Kota Surabaya saat ini berkisar 34-35 derajat celsius. 

Akan tetapi, ia menghimbau untuk tetap waspada, lantaran potensi terjadinya cuaca ekstrem masih tetap ada di tengah puncak musim kemarau hingga bulan September mendatang.

"Kejadian ekstrem masih kita pantau terus dalam 2-3 hari ke depan. Namun secara klimatologis suhu udara tidak begitu naik secara tajam. Tapi mohon diwaspadai," jelas Ady, Jumat (9/8/2024).

Terkait potensi La Nina untuk Kota Surabaya cukup rendah. Walaupun beberapa wilayah di Jawa Timur berpotensi mengalami hujan di tengah musim kemarau.

Baca Juga:
BMKG: Siklon Tropis Noul Tingkatkan Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia pada 25 Juli 2026

Kondisi angin saat musim kemarau di Surabaya akan mengalami peningkatan dari biasanya karena pengaruh tekanan tinggi dari Samudera Hindia.

"Potensi hujan memang ada di beberapa wilayah tapi tidak di Surabaya bahkan bisa dikatakan sangat rendah curah hujan saat musim puncak kemarau ini," tambahnya.

"Untuk kecepatan angin sendiri mencapai 15 knot, memang diatas dari normal yang biasanya 10-12 knot," imbuhnya.

Karena kondisi angin yang lebih kencang dari biasanya Ady menyarankan kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan. Penting untuk diwaspadahi resiko terjadinya bencana kebakaran karena hembusan angin yang kencang.

Baca Juga:
Dampak Bibit Siklon dan Monsun Australia, Malang Raya Diterjang Angin Kencang Hingga 35 Kilometer Perjam

"Masyarakat diimbau tidak membuang putung rokok dan membakar sampah sembarang. Ditakutkan api akan membesar karena hembusan angin kencang," pungkasnya.(*)