KETIK, BATU – Museum Angkut dinilai memiliki potensi besar sebagai media edukasi transportasi yang mampu menjangkau berbagai kalangan masyarakat. 

Hal itu mengemuka saat jajaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur Park Group di Kota Batu, Selasa, 4 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut dihadiri Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono, Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati, serta mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita.

Hadir juga Founder Jawa Timur Park Group Paul Sastro dan Staf Ahli Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo.

Rombongan meninjau sejumlah destinasi dan fasilitas edukasi yang dikembangkan Jawa Timur Park Group, di antaranya Museum Angkut, Drive Thru Park, serta proyek pembangunan Museum Mega Science Center.

Baca Juga:
FHJN 2026 akan Hadir di Kota Batu, Angkat Potensi Jamur dan UMKM Lokal

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengatakan Museum Angkut memiliki nilai strategis sebagai sarana pembelajaran mengenai perkembangan dunia transportasi.

Menurutnya, konsep penyajian sejarah kendaraan hingga perkembangan teknologi transportasi mampu memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi masyarakat.

“Kami mendapatkan kesempatan melihat Museum Angkut dan, sebagai bagian dari penata transportasi di Indonesia, kami melihat bahwa Jasa Marga juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami melihat perjalanan sejarah kendaraan hingga perkembangan transportasi yang dikemas dengan sangat baik. Harapannya, pengunjung tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh edukasi,” ujar Rivan.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Jawa Timur Park Group membuka peluang menghadirkan materi edukasi transportasi yang lebih mudah dipahami oleh pelajar maupun keluarga melalui pendekatan yang interaktif.

Baca Juga:
Perumdam Among Tirto Kebut Sambungan Pipa Sumber Bendo, Pasokan Air Kota Batu Bertambah

“Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bagaimana pelayanan Jasa Marga berjalan, termasuk pemanfaatan teknologi dalam memberikan pelayanan,” imbuhnya.

Dengan pendekatan edukasi seperti ini, tambah Rivan, masyarakat dapat memahami bahwa transportasi modern tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga keselamatan, ketertiban, dan teknologi yang mendukung.

Rivan menjelaskan, materi yang berpotensi dikembangkan dalam kolaborasi tersebut meliputi pengenalan rambu-rambu lalu lintas, budaya tertib berlalu lintas, pelayanan jalan tol, hingga pemanfaatan teknologi yang digunakan Jasa Marga dalam mendukung keselamatan pengguna jalan.

Selain mengunjungi Museum Angkut, rombongan juga meninjau Drive Thru Park yang menghadirkan konsep wisata berkendara.

Kegiatan dilanjutkan dengan melihat progres pembangunan Museum Mega Science Center yang tengah dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan destinasi edukasi Jawa Timur Park Group.

Staf Ahli Jawa Timur Park Group, Rio Imam Sendjojo, menyambut baik peluang sinergi tersebut sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat fungsi wisata sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat.

“Jawa Timur Park Group percaya bahwa destinasi wisata memiliki peran yang lebih luas sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik kesempatan berdiskusi dengan Jasa Marga untuk menghadirkan pengalaman belajar mengenai transportasi dan keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan yang interaktif,” ujar Rio.

Ia berharap penjajakan kerja sama tersebut dapat berkembang menjadi program edukasi yang memberikan manfaat nyata bagi pengunjung sekaligus memperkuat peran destinasi wisata sebagai media pembelajaran.

“Kami berharap sinergi ini dapat berkembang menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi para pengunjung sekaligus memperkuat fungsi wisata sebagai sarana edukasi,” pungkasnya. (*)