KETIK, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tahun ini direncanakan merevitalisasi 71.744 sekolah di tahun 2026. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 11 Juni 2026 kemarin.

Dalam pertemuan tersebut dengan Presiden Prabowo, Abdul Mu’ti melaporkan bahwa, untuk tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 triliun guna merevitalisasi 11.744 sekolah.

Selain itu, pemerintah menambah target revitalisasi hingga 60.000 satuan pendidikan, sehingga total sekolah yang akan diperbaiki tahun ini mencapai 71.744 unit, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga dengan SLTA.

“Kami memperkirakan revitalisasi 71.744 sekolah ini dapat menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja dengan masa pekerjaan antara tiga hingga delapan bulan,” ujarnya.

Sehingga program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, program revitalisasi, kata Mu’ti, mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Banyak sekolah yang bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan kini mulai menikmati fasilitas belajar yang lebih memadai.

Pemerintah juga memastikan program tersebut menjangkau sekolah negeri maupun swasta di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan.

"Kami berkunjung ke daerah-daerah terutama daerah 3T, mereka sangat berterima karena sebenarnya secara undang-undang, tanggung jawab Pemda, tapi karena komitmen Presiden kami revitalisasi sekolah-sekolah itu," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Begini Penjelasan BEM UI Setelah Dihadang Polisi saat Melakukan Demo di Bundaran HI
Baca Juga:
Dihadang Aparat di Sudirman, Mahasiswa-Ojol Bersatu Suarakan Penderitaan Rakyat