KETIK, BATU – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Sekjen Kementan), Suwandi menjelaskan kebijakan subsidi pupuk bagi petani di Kota Batu, penerapannya mengikuti kebijakan nasional dan dilakukan secara bertahap untuk sejumlah komoditas.

Suwandi mengatakan pemerintah telah memberikan subsidi pupuk untuk 10 komoditas. Sementara itu, pemberian subsidi untuk komoditas lainnya masih menunggu keputusan secara bertahap sesuai kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

“Sekarang ya ada subsidi-subsidi sudah ada, nah enggak semua komoditas keputusannya bertahap, saat ini yang sudah disubsidi ada 10 komoditas,” ungkapnya.

Ia menegaskan kebijakan subsidi pupuk tidak dapat diterapkan secara parsial karena menjadi bagian dari kebijakan nasional. Dengan demikian, ketentuan yang digunakan dalam pelaksanaannya tetap mengacu pada kebijakan yang sama.

“Susah diparsial ya, semua kebijakan nasional, yang dipakai jadi sama,” jelas dia.

Baca Juga:
Sudah Ditinjau Gubernur Khofifah, Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Batu akan Tempati Aset Pemprov Jatim

Di sisi lain, Suwandi menilai diperlukan terobosan baru dalam sektor pertanian agar kegiatan bertani ke depan dapat berjalan lebih baik. Upaya tersebut juga diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Pak Wali juga demikian perlu ada terobosan-terobosan baru sehingga ke depan akan lebih baik dalam bertani, sehingga kesejahteraan petani membaik,” tuturnya.

Menurut Suwandi, Rembug Paripurna KTNA Nasional juga diharapkan menghasilkan rumusan yang dapat menjadi kebutuhan pemerintah maupun seluruh petani. Rumusan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai agenda pertanian ke depan.

“Kemudian yang terkait dengan rembug paripurna KTNA nasional ini akan menghasilkan rumusan-rumusan yang sangat dibutuhkan bagi pemerintah dan bagi seluruh petani,” ujar Suwandi.

Baca Juga:
Dishub Kota Batu Terapkan Kontrak Parkir per Titik, Cegah Kebocoran Retribusi

Ia menyebut rumusan tersebut diharapkan turut mendorong kondisi pertanian yang lebih baik, termasuk dalam mencapai swasembada berkelanjutan, hilirisasi, penyediaan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pengembangan bioenergi.

“Sehingga kondisi ke depan swasembada berkelanjutan, hilirisasi, memasok pangan MBG, kemudian bioenergi menjadi lebih baik dan mencapai target-target yang diharapkan,” katanya.(*)