KETIK, PROBOLINGGO – Guna mengasah kemampuan orasi dan analisis kitab kuning, sejumlah santriwati dari berbagai lembaga di Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) mengikuti forum Bahtsul Masail Sughro yang digelar di Aula I PPNJ pada Jumat, 8 Mei 2026. 

Kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari berbagai lembaga kajian, di antaranya Ma’had Aly Nurul Jadid, MAN Program Keagamaan (MAN-PK), Madrasah Aliyah Nurul Jadid Peminatan Keagamaan (MANJ-PK), MD Taklimiyah Fatimatus Zahro, Takhossus Diny, hingga Takhossus Kitab.

Dalam sambutannya, Ning Viki Amalia Romzi menekankan bahwa forum Bahtsul Masail bukan sekadar ajang adu argumen hukum Islam, melainkan media efektif untuk melatih kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum (public speaking).

"Di sini, para adik-adik sekalian bisa melatih public speaking kalian melalui ibarah (kutipan kitab) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Saya yakin kalian datang ke sini dengan persiapan yang matang," ujarnya, saat diwawancarai Ketik.com, Minggu, 10 Mei 2026. 

Beliau juga mengingatkan para peserta mengenai pentingnya penguasaan ilmu dasar sebelum terjun dalam forum diskusi. Menurutnya, kemampuan menyampaikan isi kitab klasik kepada audiens sangat bergantung pada pemahaman dasar terhadap literatur tersebut.

Baca Juga:
Menag RI Nasaruddin Umar Bentuk Satgas Ponpes, Cegah Tindak Tegas Kekerasan Seksual

"Sebelum kita melakukan sesuatu, kita harus memiliki ilmunya terlebih dahulu. Cara agar mudah menyampaikan ibarah yang ditemukan dalam kitab adalah dengan mempelajari ilmu-ilmu dasarnya terlebih dahulu," imbuhnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Sejak pagi, para santriwati —termasuk delegasi dari MANJ-PK— telah bersiap dengan tumpukan kitab klasik di tangan mereka untuk membedah berbagai persoalan kontemporer yang menjadi topik utama diskusi.

Acara dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony (MC) dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ning Viki, sebelum akhirnya dilanjutkan ke sesi inti pembahasan masalah (bahtsu al-masail). (*)

Baca Juga:
29 Tahun IMAN Malang Raya: Momentum Merajut Solidaritas Alumni Nurul Jadid