KETIK, JAKARTA – Kalau ada satu pembalap yang paling berhak kecewa di balapan Assen, 28 Juni 2026, mungkin nama Raul Fernandez ada di urutan teratas.

Sehari setelah merayakan kemenangan Sprint dan membawa Trackhouse mencetak sejarah, Fernandez sempat terlihat berada di jalur yang tepat untuk menyapu bersih akhir pekan. Ia memimpin cukup lama di balapan utama dan sempat terlihat mengendalikan situasi. Tapi di lap-lap akhir, semuanya berubah ketika Ai Ogura datang dengan kecepatan yang tidak bisa ia balas.

Menariknya, respons Fernandez setelah balapan jauh dari nada frustrasi.

Dilansir dari media Spanyol Diario aa, pembalap asal Madrid itu mengakui bahwa rekan setimnya memang tampil lebih cepat di fase akhir balapan dan kemenangan Ogura memang layak didapat. 

“Ogura datang dengan ritme yang sangat kuat dan dia mengalahkan kami.” ungkapnya pada Diario as. 

Baca Juga:
Pecco Bagnaia Gagal Finis di Assen, Akhir Pekan Sulit Berakhir dengan Masalah Teknis

Fernandez menjelaskan bahwa dirinya mulai kesulitan menjaga performa motor, terutama saat memasuki tikungan kanan dan mengelola penggunaan ban medium di paruh kedua balapan. Ia juga menyebut ada beberapa penyesuaian engine brake yang membuat dirinya tidak bisa mempertahankan ritme seperti di awal lomba.

Meski begitu, finis kedua tetap terasa spesial.

Trackhouse bukan cuma membawa pulang kemenangan, mereka mengunci finis 1-2 di Grand Prix, sehari setelah melakukan hal serupa di Sprint. Hasil yang beberapa bulan lalu mungkin terdengar sulit dipercaya. 

Ada satu hal lain yang menarik dari wawancara Fernandez: nada bicaranya terdengar jauh lebih tenang dibanding beberapa musim lalu.

Baca Juga:
Marc Marquez Pilih Realistis di Assen

Tidak ada keluhan soal strategi, tidak ada komentar yang menyalahkan keadaan. Yang muncul justru rasa puas karena akhirnya bisa tampil kompetitif secara konsisten setelah sempat menjalani awal musim yang naik turun dan masalah fisik yang mengganggu performanya. 

Dan mungkin itu yang membuat podium Assen terasa penting buat Raul.

Ia memang tidak pulang dengan trofi utama pada hari Minggu. Tapi untuk pertama kalinya setelah lama, pembalap yang dulu sering dipenuhi ekspektasi itu terlihat menikmati proses dan kembali merasa dirinya memang pantas ada di depan. (*)