KETIK, JAKARTA
– Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Republik Indonesia (RI) Ahmad Sahroni menyebut, pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang TNI dan Polri jadi backing pejabat korup harus dijalankan secara serius hingga ke jajaran paling bawah.
Pernyataan ini diungkapkan lantaran terkadang arahan dari pimpinan sudah jelas, namun jajaran di bawah masih kerap curi-curi kesepakatan.
"Karena terkadang arahan dari pimpinan sudah clear sedari awal, namun jajaran di bawah yang masih suka curi-curi kesempatan," katanya, Kamis, 21 Mei 2026 kemarin.
Dengan begitu, politisi Partai Nasdem ini menyebut, pemerintah harus bertindak tegas terhadap aparat yang terbukti melindungi praktik korupsi.
Bahkan meminta agar proses Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bisa dilakukan maupun pidana terhadap oknum yang masih menjadi pelindung pejabat korup.
"Dengan ini jangan ragu-ragu lakukan pemberhentian tidak dengan hormat dan proses pidana terhadap setiap oknum yang masih nekat," katanya.
Sahroni menambahkan, di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini, tidak boleh ada lagi aparat penegak keadilan dan pengaman masyarakat menggunakan kewenangannya merugikan masyarakat.
Karena pak presiden, kata Sahroni, tidak akan memberikan ampun menindak tegas pejabat backing pejabat korup tersebut. "Yang main-main pasti disikat habis. Tidak akan pandang bulu," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto blak-blakan menyebut oknum TNI dan Polri kerap menjadi backing bagi pejabat korup. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-19 pada Rabu, 20 Mei 2026.
"Biasanya, mereka-mereka (korupsi) itu ada backingnya. Backingnya itu biasanya seragamnya kalau enggak hijau ya coklat. Betul?," kata Prabowo saat rapat Paripurna ke-19 DPR.
Oleh karena itu, ia meminta agar oknum-oknum tersebut berhenti menjadi backing dalam praktik tindakan rasuah di Indonesia. Karena sebagai mantan prajurit, ia mengungkap keprihatinannya atas tindakan tersebut. (*)
Presiden Prabowo Sentil TNI-Polri Jadi Backing Koruptor, Sahroni: Siap-Siap Disikat Habis!
22 Mei 2026 • 14:17
Ahmad Sahroni meminta oknum TNI dan Polri yang menjadi backing pejabat korup bisa di tindak tegas. (Foto: Instagram @ahmadsahroni88)
Tags:
Backing Pejabat Korup Tindak Tegas
Berita Lainnya oleh Hanifuddin Musa