KETIK, TRENGGALEK – Persiga Trenggalek berhasil mengunci satu tiket babak 32 besar Piala Soeratin U-17 grup N. Pada laga terakhir, anak asuh Bimo Romadhani menahan imbang PSBR Kota Blitar 1-1 di Stadion Menak Sopal Trenggalek, Minggu 23 Agustus 2026.
Gol PSBR dicetak oleh Tunas Satria Mahardika pada menit ke-45+1. Sedangkan gol balasan Persiga dicetak oleh Revin Agtian Putra melalui tendangan penalti pada menit ke-49.
Sejak kick off babak pertama dimulai, PSBR langsung mengambil inisiatif menyerang dengan permainan satu dua sentuhan serta memanfaatkan kecepatan kedua sayapnya. Sementara Persiga lebih banyak menjaga kedalaman dan mengandalkan counter attac.
Para pendukung Persiga Trenggalek dibuat spot jantung usai Ahmad Doni Alfaro diusir wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain PSBR Kota Blitar pada menit ke-44.
Unggul jumlah pemain, PSBR berhasil mencetak gol pada menit 45+1 melalui Tunas Satria Mahardika. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Baca Juga:
Dramatis! Persiga Trenggalek Ditahan Perspa Pacitan, Tiket 32 Besar TertundaBermain dengan 10 pemain di babak kedua justru membuat para pemain Persiga berani keluar menyerang, semantara PSBR yang sudah pasti lolos hanya menjaga ritme permainan dengan memainkan bola dari kaki ke kaki.
Permainan dari kaki ke kaki PSBR ternyata berbuah petaka, keasyikan bermain cantik, satu kesalahan passing mampu dimanfaatkan oleh pemain Persiga dengan melakukan counter attac dan berbuah manis. Satu pemain depan Persiga dijatuhkan di area kotak penalti oleh pemain PSBR dan wasit langsung menunjuk titik putih pada menit ke-49.
Revin Agtian Putra yang ditunjuk sebagai algojo sukses menjalankan tugas dengan baik dan mampu mencetak gol. Skor menjadi 1-1. Usai berhasil menyamakan kedudukan para pemain Persiga lebih banyak bertahan dan mengulur-ulur waktu. Sedangkan PSBR terus melakukan tekanan dengan permainan satu dua sentuhan.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan skor tidak berubah 1-1. Dengan hasil ini Persiga berhasil menduduki posisi runner up dengan poin 5 dari satu kali menang dua kali seri dan berhak mendampingi PSBR lolos babak 32 besar.
Baca Juga:
Bermain 10 Orang, Persiga Trenggalek Berhasil Kalahkan Blitar Poetra"Alhamdulillah, akhirnya Persiga bisa lolos babak 32 besar," ucap Bimo sapaan dia selaku pelatih kepala Persiga kepada Ketik.com.
Bimo menyebut, pada laga terakhir melawan PSBR memang sangat mendebarkan, karena wajib meraih poin minimal seri agar bisa lolos setelah Perspa Pacitan berhasil mengalahkan PSBR pada pertandingan pertama 2-1.
"Jika saja kalah maka yang akan lolos adalah Perspa karena unggul agregat," ujarnya.
Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama jajaran pelatih. Salah satunya adalah dalam dua kali pertandingan mendapat dua kartu merah.Termasuk akan melakukan perubahan taktik pada babak 32 besar.
"Pada babak 32 besar Persiga akan berhadapan dengan Persida Sidoarjo yang merupakan salah satu tim kuat dan favorit juara," ungkapnya.
Ia mengakui, menghadapi tim sekelas Persida tentu harus ada taktik khusus, salah satunya tidak meladeni permainan terbuka. "Jujur saja, kita kemungkinan akan bermain lebih defensif menghadapi tim yang dua tingkat di atas Persiga. Tapi bukan berarti bertahan total," tandasnya.(*)