DLH Trenggalek Ajarkan Pengolahan Popok Bayi Bekas Jadi Media Tanam

12 Agustus 2026 19:33 12 Agt 2026 19:33

Agus Riyanto, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail DLH Trenggalek Ajarkan Pengolahan Popok Bayi Bekas Jadi Media Tanam

Sosialisasi dan pelatihan oengelolaan sampah residu rumah tangga di Desa Gading, Kecamatan Tugu, Rabu 12 Agustus 2026. (Foto: Agus Riyanto/Ketik.com)

KETIK, TRENGGALEK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Trenggalek terus melakukan inovasi dalam rangka mendukung Program Desa Percontohan Sanitasi Kabupaten.

Salah satunya dengan melakukan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Residu Rumah Tangga, khususnya popok bayi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kader Bank Sampah, DLH, Puskesmas Pucanganak, dan Pemerintah Desa Gading, berlangsung di TPS3R, Desa Gading, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Rabu 12 Agustus 2026.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DLH Trenggalek, Ariyoga Widyasetyo Wahono, mengatakan, materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut berupa edukasi mengenai sampah residu popok bayi dan praktik pemanfaatan popok bayi bekas melalui proses penguraian penguraian/fermentasi untuk mengurangi timbulan sampah dan memanfaatkan sebagai media tanam.

"Kami menegaskan jika sampah popok bayi menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai secara alami. Sehingga, perlu pemanfaatan agar timbulan sampah popok bisa dikurangi," ucapnya.

Ari sapaan dia menuturkan, berdasarkan materi latihan, larutan biang/pengurai yang digunakan antara lain, air kelapa atau air leri sebanyak 2 liter, 1/2 liter mol, 1 sachet terasi, dan 20 gram gula pasir.

"Bahan tersebut dicampur kemudian didiamkan selama 24 jam untuk mengaktifkan larutan sebelum digunakan," ujarnya.

Sedangkan tahapan praktiknya, lanjut Ari, adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, membuat larutan biang/pengurai dadi air kelapa atau air leri, EM4, mol, terasi, dan gula pasir.

Mendiamkan larutan selama 24 jam untuk mengaktifkan larutan, menyiapkan popok bayi bekas dan mengambil bagian gel penyerpaan, kemudian memasukan dalam wadah atau timba, serta menuangkan larutan dalam gel popok bayi dan mengaduk secara merata.

"Termasuk menutup rapat wadah kemudian dilakukan proses fermentasi selama 2 jam dan hasilnya bisa digunakan sebagai media tanam," tandasnya.

Ia berharap, kegiatan sosialisasi dan praktik ini bisa bermanfaat, di mana masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan sampah residu popok bayi serta keterampilan dalam melakukan pengelolaan melalui proses fermentasi.

"Ini juga salah satu langkah mengurangi timbulan sampah popok bayi di Desa Gading dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga lebih bertanggungjawab," tutupnya (*)

Tombol Google News

Tags:

Berita Terkini Trenggalek Sosialisasi Dan Pelatihan Pengelolaan Residu Sampah Desa Gading Tugu Dlh Trenggalek Ariyoga Widyasetyo Wahono Sampah Popok Bayi Pengelolaan Sampah tps3r Desa Gading Kecamatan Tugu Bank Sampah sanitasi media tanam berita trenggalek info trenggalek