KETIK, BATU – Persikoba Kota Batu melakukan sejumlah evaluasi menjelang laga kedua Grup W Babak 32 Besar Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 menghadapi Persepam Pamekasan, di Stadion Brantas Kota Batu pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Pelatih Persikoba Kota Batu, Arif Suyono, mengakui timnya perlu melakukan pembenahan setelah hanya meraih hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Persigar Garut pada laga pembuka.
Evaluasi dilakukan baik secara individu maupun tim guna meningkatkan performa menghadapi lawan yang memiliki kualitas tinggi.
Menurutnya, tim pelatih sedang mempertimbangkan melakukan rotasi pemain untuk menjaga kondisi fisik skuad yang telah menjalani rangkaian pertandingan cukup padat sejak putaran regional hingga babak nasional.
“Pasti ada evaluasi per individu. Selain itu, kami juga mempertimbangkan melakukan perubahan komposisi pemain karena ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Jika dihitung, para pemain sudah menjalani empat pertandingan di ajang ini, sehingga mungkin kami membutuhkan skuad yang lebih segar untuk pertandingan berikutnya,” ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026.
Baca Juga:
Kasus Dugaan Penganiayaan di Kota Batu, Kuasa Hukum Sinal Abidin dkk Buka SuaraIa menilai persaingan di babak 32 besar jauh lebih ketat dibandingkan fase sebelumnya. Seluruh tim yang lolos merupakan tim terbaik yang telah berhasil menyingkirkan lawan-lawannya di babak 64 besar.
Mantan pemain Timnas Indonesia ini mengaku telah memantau pertandingan antara Persemay Maybrat dan Persepam Pamekasan.
Dari hasil pengamatannya, Persepam menunjukkan permainan yang agresif dan memiliki kualitas yang patut diwaspadai.
“Persaingan di babak 32 besar tentu semakin sulit karena semua tim yang lolos memiliki kualitas yang baik. Saya sempat melihat pertandingan Persemay Maybrat melawan Persepam Pamekasan. Mereka bermain sangat bagus dan agresif. Itu yang harus kami antisipasi,” katanya.
Baca Juga:
Imbas Dolar AS Meroket, Lebih dari 40 Persen Produk Oleh-Oleh Kota Batu Naik HargaTim berjuluk Laskar Elang Putih itu kini memanfaatkan waktu dua hari untuk melakukan pemulihan kondisi fisik sekaligus memperbaiki sejumlah kekurangan yang terlihat pada pertandingan sebelumnya.
“Kami memiliki waktu dua hari untuk recovery. Mudah-mudahan pada pertandingan berikutnya anak-anak bisa tampil lebih baik dan kembali bermain seperti biasanya,” ujar pelatih yang akrab disapa Coach Keceng tersebut.
Coach Keceng menyoroti masih banyaknya kesalahan sederhana yang dilakukan para pemain saat menghadapi Persigar Garut.
Menurutnya, hal itu membuat alur permainan Persikoba tidak berkembang secara maksimal sepanjang pertandingan.
“Itu memang menjadi salah satu masalah kami pada pertandingan kemarin. Saya tidak tahu kenapa, biasanya pemain bisa bermain tenang dan melakukan kontrol bola dengan normal. Namun kali ini mereka terlihat terburu-buru dalam mengambil keputusan,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menilai sejumlah pemain masih menunjukkan tanda-tanda gugup meski telah memiliki pengalaman bermain sejak putaran regional hingga babak 64 besar nasional.
“Padahal kami sudah melewati putaran regional dan babak 64 besar. Sekarang sudah masuk 32 besar, tetapi saya melihat beberapa pemain masih seperti nervous. Itu yang menjadi catatan kami bersama tim pelatih untuk segera dievaluasi,” tegasnya.
Laga melawan Persepam Pamekasan akan menjadi pertandingan penting bagi Persikoba untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Persepam sendiri datang ke Kota Batu dengan status juara Liga 4 Jawa Timur dan menjadi salah satu tim unggulan di Grup W. (*)