KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyebut terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif.
Wakil Wali Kota yang akrab disapa Mas Heli mengatakan, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama sehingga seluruh pihak harus berperan aktif menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Intinya, perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita ciptakan sekolah dan lingkungan yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak dapat tumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya dengan bahagia,” ujarnya, Senin, 27 Juli 2026.
Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi setiap peserta didik. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta berkomitmen mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan (bullying) dan penyalahgunaan media digital yang berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang mereka.
Mas Heli menilai keberhasilan membangun generasi masa depan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan seluruh elemen untuk menjaga dan melindungi hak-hak anak.
“Keberhasilan membangun generasi masa depan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan kita bersama menjaga hak-hak anak agar tetap terlindungi,” imbuhnya.
Ia menambahkan, lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif menjadi fondasi penting agar anak dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Untuk itu, Pemerintah Kota Batu akan terus memperkuat berbagai program yang mendukung terwujudnya Kota Layak Anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Sinergi tersebut, tambah Mas Heli, diperlukan agar upaya perlindungan anak dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Melalui komitmen itu, Pemerintah Kota Batu berharap tercipta lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun perundungan.
Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, kreatif, dan berdaya saing sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
