KETIK, MALANG – Sebagai persiapan mengikuti Kejurprov dan Porprov X Jatim, sebanyak 150 atlet muda dari berbagai klub naungan Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Malang menggelar latihan bersama di arena Velodrome, Minggu, 7 Juni 2026. 

Ketua Umum Porserosi Kota Malang, Erman Hernadi mengatakan ratusan atlet tersebut terdiri dari divisi freestyle, speed hingga skateboard. Latihan bersama ini intens dilakukan untuk mencetak atlet andal dan berprestasi.

"Kami menyiapkan atlet terbaik untuk menghadapi Kejurprov dan Porprov mendatang. Kami optimis bisa menyumbangkan medali khususnya emas sebanyak-banyaknya," jelasnya.

Menurut Erman, prestasi atlet di Kota Malang sangat diperhitungkan, baik di level regional Jawa Timur hingga internasional. Hal ini tidak lepas dari kerja keras bersama serta sinergi antar-klub yang konsisten melakukan pembinaan secara terstruktur, solid, dan saling mendukung.

Hal ini menghasilkan suasana kompetitif yang sangat baik bagi perkembangan atlet. Di sisi lain, pihaknya juga berharap dukungan besar dari Pemkot Malang dengan melakukan akuisisi bangunan Velodrome.

Baca Juga:
Bentuk Rasa Syukur 11 Tahun Berkiprah, Ascent Hotel & Cafe Malang Sukses Gelar Donor Darah

"Bangunan ini sudah diketahui bahwa tanahnya merupakan milik Pemkot Malang, tetapi bangunannya milik Pemprov Jatim. Harapan kami, ini bisa segera diakuisisi dan bisa direnovasi sesuai standarnya," terangnya. 

Erman menyampaikan bahwa atlet sepatu roda Kota Malang saat ini belum memiliki tempat latihan yang representatif. Pemkot Malang sempat mengakomodasi pembuatan lintasan di kawasan GOR Ken Arok, namun fasilitas tersebut ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi kompetisi.

"Kalau Velodrome ini bisa diakuisisi, tidak hanya sepatu roda saja, tetapi sepeda balap dari ISSI juga bisa memanfaatkan. Kami bersama KONI sudah siap menyampaikan ke pemerintah pusat terkait  pengembangan setelah kejelasan kepemilikan aset," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto menuturkan bahwa pembinaan atlet telah disusun secara berjenjang dan terukur. Untuk jangka pendek, KONI fokus menghadapi Porprov Jawa Timur 2027. Sedangkan jangka panjang, target diarahkan agar Kota Malang mampu tampil sebagai juara umum pada Porprov 2031.

Baca Juga:
Kota Malang Jadi Motor Utama Transaksi AstraPay di Jatim, Tembus 17,5 Juta Pengguna

Salah satu langkah konkret yang akan segera dijalankan adalah Pra-Pusat Latihan Kota (Pra-Puslatkot) 2026, kemudian berlanjut ke tahapan Puslatkot 2027.

"Kami mendorong semua cabang olahraga untuk memiliki rumpun pembinaan yang terukur, khususnya cabang permainan yang bisa melibatkan usia dini. Pembinaan ini menjadi investasi prestasi jangka panjang," pungkasnya.(*)