KETIK, BOJONEGORO – Tokoh nasional sekaligus pengusaha H. Mohammad Suprapto Santoso membagikan kisah perjalanan hidup dan kariernya kepada civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro dalam talk show bertajuk From Zero to Hero.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Goufan, Jalan Veteran, Bojonegoro, Sabtu, 19 September 2026.

Acara diikuti civitas akademika Unugiri dan dimeriahkan dengan berbagai hiburan.

Dalam talk show tersebut, Suprapto menceritakan perjalanan kariernya yang dimulai dari bawah.

Ia pernah bekerja sebagai buruh atau karyawan di perusahaan ekspor kayu sebelum kemudian dipercaya menduduki posisi manajer.

Baca Juga:
Polres Bojonegoro Cek Kesiapan Personel dan Sarpras untuk Jaga Kamtibmas

Suprapto mengatakan, ketika masih bekerja sebagai karyawan, dirinya pernah menargetkan dapat menjadi manajer dalam waktu lima tahun.

Namun, target tersebut justru tercapai lebih cepat berkat kerja keras dan kemauan mempelajari berbagai hal tentang perusahaan.

Target menjadi manajer yang semula diperkirakan membutuhkan waktu lima tahun tersebut tercapai sekitar satu setengah tahun.

Setelah itu, ia memiliki target jangka panjang untuk menjadi eksportir secara mandiri.

Baca Juga:
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Raih Penghargaan The Inspiring Food Security Pioneer

Menurut Suprapto, kemauan untuk terus belajar menjadi salah satu kunci dalam perjalanan kariernya. Ia juga menekankan pentingnya membaca, termasuk untuk mengatasi keterbatasan kemampuan bahasa Inggris.

“Di dunia ini tidak ada yang sulit. Yang sulit karena orang tidak mau belajar. Di Australia saja, anak berumur lima tahun sudah bisa berbahasa Inggris, kenapa kita tidak bisa?” tuturnya.

Ia mengaku banyak mempelajari buku dan literatur ekspor berbahasa Inggris.

Kebiasaan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan mengenai bisnis, tetapi juga membantunya memahami bahasa yang dibutuhkan dalam pekerjaannya.

Pengalaman di industri pengolahan kayu juga menjadi bagian dari perjalanan karier Suprapto.

Ia menceritakan pengalaman mulai dari proses pembelian kayu di Muara Teweh, pengangkutan melalui sungai, hingga pengiriman logistik menuju Banjarmasin.

Kepada mahasiswa Unugiri, Suprapto juga berpesan agar tidak mudah menyerah dan terus mengembangkan kemampuan di luar materi yang diperoleh selama perkuliahan.

“Ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah hanya sekitar 30 persen ketika diimplementasikan di tempat kerja,” pesannya.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk terus berinovasi, memperbanyak membaca, serta belajar dari pengalaman orang lain.

Ia juga merekomendasikan sejumlah buku dan tokoh yang menurutnya dapat menjadi referensi pengembangan diri, di antaranya Dale Carnegie, Robert Kiyosaki, Napoleon Hill, Bob Sadino, Andrie Wongso, dan Rhenald Kasali.

Ketua BPP Unugiri Bojonegoro, Saifudin Idris, mengapresiasi kehadiran Suprapto Santoso yang datang dari Jakarta di tengah kesibukannya.

“Betul-betul ini anugerah. Di tengah kesibukan beliau bisa hadir di Unugiri. Beliau adalah pembina kita, Dewan Pembina Unugiri, yang banyak dan sering datang untuk melihat, meninjau, dan memberikan banyak masukan,” ujarnya.

Kehadiran Suprapto dimanfaatkan mahasiswa untuk mendapatkan wawasan mengenai dunia kerja, bisnis, serta cara membangun masa depan melalui kerja keras dan kemauan untuk terus belajar.

Suprapto juga mengapresiasi perkembangan Unugiri yang kini memiliki sekitar 7.000 mahasiswa dan terus menambah fasilitas gedung perkuliahan.

Selain berbagi pengalaman bisnis, Suprapto Santoso juga dikenal memiliki keterkaitan dengan perkembangan klub bola voli Bintang Timur.

Klub tersebut disebut telah meraih lima gelar juara nasional serta menghadirkan pemain-pemain kelas dunia.

Dalam kegiatan tersebut turut disampaikan komitmen dukungan terhadap pengembangan fasilitas fisik Unugiri seiring meningkatnya jumlah mahasiswa dan kebutuhan ruang perkuliahan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pembacaan Surah Al-Fatihah.

Doa ditujukan agar Suprapto Santoso senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, kemudahan dalam menjalankan usaha, serta kelancaran dalam membimbing civitas akademika Unugiri.(*)