KETIK, JAKARTA – Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah membalikkan keadaan dan menundukkan Jepang dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar. Namun di balik keberhasilan comeback tersebut, para penggawa Selecao mengungkapkan bahwa faktor utama kemenangan mereka bukanlah semata soal teknis, melainkan kekuatan mental dan ketenangan yang ditanamkan pelatih Carlo Ancelotti.
Brasil sempat dibuat frustrasi sepanjang babak pertama. Jepang tampil disiplin dengan pertahanan rapat menggunakan formasi 5-4-1 dan berhasil unggul lebih dahulu sebelum turun minum. Situasi tersebut membuat tekanan besar menghampiri tim Samba yang datang sebagai salah satu favorit juara.
Namun, suasana di ruang ganti Brasil justru jauh dari kepanikan. Ancelotti memilih untuk menjaga ketenangan tim dan meminta para pemain tetap percaya pada rencana permainan yang telah disiapkan.
"Kami tidak kehilangan kesabaran. Di babak kedua kami hanya perlu lebih sering mengirim bola ke kotak penalti dan terus menekan," ujar Ancelotti usai pertandingan.
Instruksi tersebut terbukti efektif. Brasil tampil lebih agresif setelah jeda dan mulai mendominasi wilayah pertahanan Jepang. Pergantian Lucas Paqueta yang mengalami cedera dengan Endrick juga memberikan dimensi baru dalam serangan karena kehadiran penyerang muda tersebut membuat lini belakang Jepang semakin sibuk mengawal pergerakan di kotak penalti.
Baca Juga:
Laga Emosional Amadou Onana, Belgia vs Senegal di 16 Besar Piala Dunia 2026Gelandang Bruno Guimaraes mengakui bahwa perubahan terbesar bukan terletak pada strategi, melainkan cara berpikir para pemain saat memasuki babak kedua.
"Mereka bertahan sangat rapat sehingga sulit mencari ruang. Pelatih meminta kami untuk lebih dominan dan memasukkan lebih banyak pemain ke kotak penalti," katanya.
Senada dengan itu, winger muda Rayan menyebut Ancelotti terus mengingatkan tim untuk tetap sabar meski waktu terus berjalan.
"Kami tahu kami akan membalikkan keadaan dan pulang sebagai pemenang," ujarnya.
Baca Juga:
Raksasa Eropa Bentrok: Prancis Tantang Swedia di Babak 32 BesarKetenangan Ancelotti juga terlihat saat memutuskan mempertahankan Casemiro di lapangan meski gelandang veteran itu sudah mengantongi kartu kuning sejak awal pertandingan. Kepercayaan tersebut dibayar lunas ketika Casemiro mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan pada menit ke-56.
Menurut Casemiro, pesan utama Ancelotti saat jeda adalah tetap tenang karena peluang akan datang jika Brasil terus menekan lawan.
Pada akhirnya, kombinasi antara rasa urgensi dan kesabaran menjadi senjata utama Brasil. Mereka menyerang dengan intensitas tinggi tanpa kehilangan kepala dingin. Mentalitas itulah yang akhirnya membawa Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan di masa tambahan waktu sekaligus memastikan Selecao melaju ke babak berikutnya.
"Dia memberi kami kepercayaan diri dan mengatakan bahwa kami akan membalikkan keadaan. Kami merasakan ketenangannya, dan itu membuat kami lebih rileks," kata Martinelli mengenai sosok Ancelotti.