KETIK, MALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana memberikan bantuan anggaran sebesar Rp2-3 miliar kepada Pemerintah Kota Malang untuk mendukung pengoperasian feeder Trans Jatim. Rencana bantuan tersebut masih akan dikaji lebih lanjut oleh Pemkot Malang. 

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan rapat koordinasi dilakukan bersama Pemprov Jatim agar tidak terjadi kekeliruan. 

"Kita memang sedang mempelajari terkait dengan feeder tersebut dan ini kita akan sosialisasikan terlebih dahulu. Kita diundang rapat ke provinsi, bentuk feeder ini seperti apa. Jangan sampai nanti ada miss," ujar Wahyu, Rabu, 12 Agustus 2026.

Wahyu menegaskan Pemkot Malang tidak ingin terjadi kesalahpahaman terkait penggunaan anggaran. Terlebih Pemkot Malang harus memastikan bantuan tersebut nantinya ditujukan langsung kepada angkot atau untuk kebutuhan lain dalam pengembangan feeder.

"Ini kita memang harap besok kita sudah ada penjelasan secara detail dari provinsi kira-kira (bantuan) feeder yang diberikan Pemprov Jatim ini seperti apa," katanya. 

Baca Juga:
Imbas SiLPA Rp303 M, DPRD Kota Malang Petakan Ulang APBD-P 2026

Tak hanya itu, Pemkot Malang juga harus mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah untuk kelanjutan operasional feeder setelah mendapatkan bantuan. 

"Kita hitung lagi, kalau kita prediksi-prediksi gini nanti khawatir salah ngomong. Kalau kita bilang kuat, enggak taunya ternyata (kemampuan anggaran) enggak kuat. Kita hitung-hitung ulang," tuturnya.

Pemkot Malang sendiri sedang berupaya membenahi transportasi publik, termasuk dengan mempersiapkan feeder Trans Jatim. Mengingat upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan yang selama ini terjadi di Kota Malang.

Wahyu juga menjelaskan bahwa pengembangan transportasi nantinya diarahkan untuk mendukung skema Buy The Service (BTS). Dengan demikian diharapkan pergerakan kendaraan di Kota Malang dapat lebih terkendali dan menekan potensi kemacetan.

Baca Juga:
Jabatan Dandung Resmi Bergeser dari Plh ke Pj Sekda Kota Malang

"Ini adalah untuk memberikan terkait dengan BTS agar tidak ada kemacetan di Kota Malang, pergerakan terkendali. Ini juga angkot jangan sampai kena dampaknya. Itu semua kita sudah pikirkan," pungkasnya.(*)