KETIK, JOMBANG – Proyek pembangunan Puskesmas Gambiran di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengalami keterlambatan dari target progres yang telah ditetapkan. 

Meski deviasi masih tergolong kecil, kontraktor kini mulai menggeber pekerjaan dengan menambah tenaga kerja dan menerapkan lembur malam demi mengejar ketertinggalan.

Proyek pembangunan fasilitas kesehatan senilai Rp 3,3 miliar tersebut saat ini masih berada pada tahap pekerjaan struktur bangunan. Berdasarkan hasil monitoring terakhir, progres proyek tercatat belum sepenuhnya sesuai jadwal pelaksanaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, mengakui adanya selisih progres pekerjaan dibanding target awal. Namun, keterlambatan yang terjadi disebut masih dalam batas aman.

“Memang ada deviasi progres, tetapi masih kecil, kurang lebih sekitar 0,5 persen dari target,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

Baca Juga:
170 Gerai KDMP di Jombang Beroperasi, Bupati Warsubi Ajak Warga Belanja

Menurut Hexawan, Dinas Kesehatan terus melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan Puskesmas Gambiran agar keterlambatan tidak semakin melebar dan target penyelesaian tetap bisa tercapai.

Pembangunan Puskesmas Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang yang menelan anggaran APBD 2026 Rp 3,3 miliar. (Foto: Syaiful Arif/ketik.com)

Sementara itu, perwakilan pelaksana proyek dari CV Cipta Bersama, Cahyo Budiono, menjelaskan hasil monitoring bersama Inspektorat Kabupaten Jombang pada 13 Mei 2026 menunjukkan proyek mengalami minus progres sebesar 0,538 persen.

Namun, ia menegaskan keterlambatan tersebut bukan karena pekerjaan di lapangan berhenti atau minim aktivitas. Sejumlah pekerjaan, kata dia, sebenarnya sudah berjalan, hanya belum masuk dalam pembobotan progres administrasi proyek.

Baca Juga:
GMNI Jombang Audiensi dengan Pemkab Jombang, Soroti Pengawasan Program Pemerintah Pusat

“Minus progres itu terjadi karena saat MC 0 belum ada penyesuaian balance budget, sehingga pekerjaan yang sudah berjalan belum bisa masuk penilaian bobot progres,” katanya.

Penyesuaian balance budget tersebut baru rampung pada 20 Mei 2026. Setelah proses administrasi selesai, progres pekerjaan disebut mulai mengalami percepatan signifikan.

Untuk mengejar ketertinggalan, kontraktor kini mengambil langkah percepatan dengan menambah jumlah tenaga kerja di lokasi proyek. Aktivitas pembangunan juga dilakukan hingga malam hari.

“Pekerja sudah kami tambah dan sekarang ada lembur malam. Saat ini progres riil pekerjaan sudah mendekati 24 persen dengan fokus utama pekerjaan struktur,” pungkasnya.(*)