KETIK, MALANG
– Bupati Malang Sanusi melakukan Panen dan Tanam Tebu serentak Program Bongkar Ratoon Tebu bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Panen dan Tanam Tebu bersama Gubernur Jawa Timur, dilaksanakan secara serentak di 7 Kabupaten/Kota meliputi Kabupaten Kediri, Kabupaten Magetan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan.
Bupati Malang Sanusi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra tebu terbesar di Jawa Timur dengan luas areal tebu mencapai 48.168,95 hektare dan total produksi sebesar 4.294.436,80 ton, dengan produktivitas rata-rata sekitar 89,153 ton per hektare.
Program Bongkar Ratoon menjadi langkah strategis dalam peremajaan tanaman tebu. Pada tahun 2025, Kabupaten Malang memperoleh target Bongkar Ratoon seluas 7.500 hektare.
Selanjutnya dengan realisasi mencapai 1.717,32hektare yang terdiri dari Tahap I seluas 1.064,09 hektare, Tahap II 146,92hektare, Tahap III 196,10 hektare, dan Tahap IV 310,21 hektare. Seluruh bantuan telah direalisasikan dan diterima oleh kelompok tani penerima manfaat.
“Program ini memberikan dukungan berupa bantuan bibit tebu sebanyak 60.000 mata tunas per hektare serta bantuan biaya Hari Orang Kerja(HOK) sebesar 4 juta Rupiah per hektare, dengan ketentuan maksimal pengajuan 5 hektare per NIK,” ujar Bupati Malang Sanusi.
Lebih lanjut ia mengatakan, Pada tahun 2026, Kabupaten Malang kembali mendapatkan target Bongkar Ratoon seluas 7.500hektare, dengan usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) indikatif mencapai 5.250 hektare.
Usulan tersebut yang berasal dari usulan KUD Mitra PG Kebon Agung seluas 1.500 hektare, PG SGN (Mrican, Ngadirejo, dan Pesantren Baru) seluas 2.660 hektare, serta kelompok tani melalui penyuluh seluas 1.090 hektare. Hingga saat ini, realisasi usulan CPCL definitif telah mencapai 2.734,473hektare.
“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah, pabrik gula, koperasi, dan petani dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Malang sebagai salah satu lumbung gula nasional,” jelasnya.
Menurutnya, program Bongkar Ratoon yang di laksanakan hari ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas kebun tebu rakyat.
Bupati Malang berharap momentum panen dan tanam hari ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem pergulaan, mulai dari penyediaan benih, budidaya, pembiayaan, pengolahan hingga pemasaran hasil produksi.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, sekali lagi saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petani tebu yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga pasokan gula nasional. Semoga kerja keras yang dilakukan memberikan hasil panen yang melimpah, kualitas yang semakin baik, dan pendapatan yang semakin meningkat,” ucapnya.
Selanjutnya, Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya program ratoon yang berjalan secara masif ini, hasil panen tebu petani bisa maksimal.
Gubernur Jatim mencontohkan, seperti yang dikatakan Bupati Malang, bahwa di Kecamatan Gondanglegi, pernah ada hasil panen tebu petani yang mencapai angka 250 ton per hektare.
Di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang pernah satu hektare mencapai 250 ton, dengan saat ini adannya teknologi yang dimungkinkan melalui laboratorium yang canggih, bukan sesuatu yang impossible bagi kita untuk meningkatkannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Gubernur Jatim juga menambahkan, selain kualitas bibit yang harus dijaga, ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan pada saat musim giling.
“Jadi selain kualitas bibitnya, juga ada proses penebangan, ada proses penggilingan yang juga harus dikawal,” ucap Gubernur Jatim.
Gubernur Jatim berharap, Jawa Timur mampu mencapai target untuk swasembada gula konsumsi. Disamping itu, seluruh stakeholder juga harus menjaga agar pasar tidak dibanjiri gula rafinasi.
“Target utama kita adalah bisa swasembada gula konsumsi, tapi yang saya sampaikan tadi bahwa ini ekosistem hulu hilir. Hilirnya ini adalah market, oleh karena itu harus dijaga semua pihak supaya gula rafinasi tidak merembes ke pasar, kalau gula rafinasi merembes ke pasar tidak kompatibel gula dari petani ini,” tuturnya. (*)
Panen Tebu Bareng Gubernur Khofifah, Bupati Sanusi Beberkan Potensi Besar Kabupaten Malang di Sektor Gula
18 Jun 2026 • 14:26
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang Sanusi ketika panen dan Tanam tebu di Gondanglegi Kabupaten Malang. (Foto: Binar Gumilang/Ketik.com)
Tags:
Gubernur Jatim Gubernur Khofifah panen tebu bongkar ratoon Kabupaten Malang Bupati Malang
Berita Lainnya oleh Gumilang