KETIK, TULUNGAGUNG – Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tulungagung untuk membenahi tata kelola pemerintahan.

Ajakan tersebut disampaikan dalam apel besar yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Senin, 27 April 2026. Ratusan ASN mengikuti apel yang tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga dimaknai sebagai momentum reflektif bagi pembenahan menyeluruh di tubuh pemerintahan daerah.

Dalam amanatnya, Ahmad Baharudin secara terbuka mengakui bahwa pemerintah daerah sedang melewati fase yang tidak ringan. Rentetan peristiwa yang menyita perhatian publik beberapa waktu terakhir telah menimbulkan keprihatinan luas. Namun, ia menegaskan bahwa sekarang bukan waktunya untuk larut dalam kondisi tersebut.

“Momentum ini harus kita jadikan sebagai titik balik untuk membenahi tata kelola pemerintahan secara fundamental,” ucap Ahmad Baharudin di hadapan para peserta apel.

Ia menekankan bahwa amanah kepemimpinan bukanlah sekadar jabatan administratif, melainkan tanggung jawab moral yang menuntut keteguhan komitmen kolektif. Ahmad menginstruksikan agar integritas kembali dijadikan fondasi utama dalam bekerja. Baginya, kejujuran dan profesionalisme bukan lagi sebuah pilihan, melainkan mandat yang wajib terinternalisasi dalam budaya kerja sehari-hari.

Baca Juga:
Halal Bihalal Jazz GE8 Jatim di Pantai Midodaren Tulungagung Usung Konsep Sedekah Oksigen

Selain integritas, kepatuhan terhadap regulasi menjadi sorotan utama. Ahmad mengingatkan bahwa ketaatan pada aturan adalah benteng pertahanan bagi marwah institusi dan perlindungan hukum bagi setiap ASN dalam mengambil kebijakan.

“Pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel hanya bisa terwujud jika kita semua berkomitmen menjalankan aturan dengan sungguh-sungguh tanpa kompromi,” tambahnya.

Menyangkut pemulihan kepercayaan masyarakat, Plt. Bupati menggarisbawahi bahwa kepercayaan tidak bisa dibangun dengan retorika semata. Kunci utamanya adalah konsistensi kerja dan bukti konkret di lapangan.

Menariknya, Ahmad juga mendefinisikan ulang peran pimpinan. Ia meminta para pejabat tidak hanya duduk di balik meja atau sekadar mengawasi, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi. Kehadiran pemimpin di lapangan diharapkan mampu mempercepat penyelesaian masalah dan memberikan arah yang jelas bagi staf.

Baca Juga:
Wajah Baru Kota Marmer, Pemkab Tulungagung Matangkan Grand Desain Koridor Jalan Perkotaan

Aksi Nyata dan Stabilitas Daerah

Pesan penutup yang disampaikan sangat lugas: aksi nyata. Ahmad Baharudin mengingatkan supaya langkah konkret tidak hanya menjadi wacana, di antaranya:

  • Bergerak Lebih Cepat
  • Merespons kebutuhan masyarakat tanpa menunda.
  • Bekerja Lebih Tepat
  • Menjalankan program sesuai sasaran dan regulasi.
  • Melayani Lebih Baik
  • Mengutamakan kepentingan publik di atas segalanya.

Meski tengah berada dalam dinamika yang menantang, Pemkab Tulungagung menjamin bahwa roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik tetap berjalan normal. Stabilitas dan kondusivitas daerah tetap menjadi prioritas yang dijaga dengan semangat persatuan.

Apel besar ini menjadi simbol komitmen kolektif seluruh ASN. Dengan semangat gotong royong, seluruh elemen pemerintahan diajak bersatu untuk membangun kembali citra Tulungagung menuju masyarakat yang lebih sejahtera, maju, dan berakhlak mulia.