KETIK, PEMALANG – Wakil Bupati (Wabup) Pemalang Nurkholes mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin, 2 Juni 2025.
Wabup Pemalang menegaskan pentingnya gotong royong antarwarga, pemerintah, serta pemangku kepentingan dalam membangun Kabupaten Pemalang.
“Semoga di hari kelahiran Pancasila ini menyemangati nafas masyarakat Kabupaten Pemalang untuk bersama-sama pemerintah, stakeholder pembangunan, semuanya berpartisipasi dalam membangun Pemalang dengan persatuan-persatuan dan gotong royong. Dan prinsip-prinsip Pancasila ini menjadi modal besar buat masyarakat dalam pembangunan di daerah," ucap Nurkholes.
Baca Juga:
Babinsa Koramil 0823/14 Jatibanteng dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan di TPUSaat upacara Hari Kelahiran Pancasila, Wabup Nurkholes membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang menekankan bahwa peringatan ini tidak sekadar mengenang sejarah perumusan dasar negara.
Tetapi, ia juga menyebutkan Hari Lahir Pancasila merupakan momen untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.
“Pancasila bukan hanya dokumen historis atau teks konstitusional, melainkan pedoman hidup bangsa. Dari sila pertama hingga sila kelima, Pancasila mengajarkan bahwa perbedaan adalah kekuatan untuk bersatu dalam semangat gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Wabup.
Peringatan tahun ini mengusung tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya", yang bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif akan pentingnya ideologi bangsa sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan pembangunan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga:
Cegah Banjir di Situbondo, Camat Asembagus dan Warga Kompak Bebersih SelokanUpacara tersebut diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Heriyanto, para staf ahli, kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan aparatur sipil negara (ASN). (*)