KETIK, PACITAN – Misteri kematian seorang siswa MTs alias peristiwa kopi maut di Kecamatan Sudimoro, Pacitan, Jawa Timur, seolah menjadi tirai yang tak kunjung tergerai.
Saat ini, Polres setempat masih menunggu hasil laboratorium forensik (Labfor) untuk menentukan penyebab kematian korban.
Diberitakan sebelumnya. Korban, berinisial MS, meninggal dunia pada Jumat, (5/1/2024), setelah meminum kopi yang diseduh oleh ayahnya, Tuari.
Korban dan ayahnya minum kopi bersama pada pagi hari. Namun, sekitar tiga puluh menit kemudian, korban mengeluhkan rasa pahit dan kepala pusing.
Meskipun sudah diberi air minum, ia tiba-tiba jatuh dan mengalami kejang-kejang. MS dinyatakan meninggal dunia setelah upaya pertolongan diberikan dengan membawanya ke Puskesmas Sudimoro.
Baca Juga:
Operasi Patuh Semeru 2026 Ditunda, Pengendara di Pacitan Diminta Tetap Tertib Berlalu LintasSejauh ini, pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak enam saksi, termasuk ibu dan ayah korban, tetangga, serta petugas Puskesmas Sudimoro.
Namun, dari hasil pemeriksaan tersebut, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian peristiwa kopi maut itu.
Akhirnya, polisi membongkar makam (ekshumasi) untuk melakukan autopsi dan mengambil sampel dari jasad korban.
Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium forensik di Surabaya untuk diperiksa.
Baca Juga:
Jangan Sampai Ditilang, Ini 15 Pelanggaran yang Jadi Target Operasi Patuh Semeru 2026 di PacitanKasat Reskrim Polres Pacitan, AKP Untoro, mengatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Berdasarkan keterangan ayahnya, sebelum kejadian tidak ada permasalahan keluarga.
Hasil autopsi akan menentukan apakah korban meninggal karena penyakit atau memang terdapat racun di dalam kopi.
"Belum ada perkembangan kasus. Perkiraan sampai di Pacitan Belum tau. Nanti segera kami release kalau sudah keluar hasilnya," pungkas Untoro melalui pesan WhatsApp kepada ketik.co.id. (*)