Sejarah mencatat untuk kali pertama Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek dipimpin oleh orang nomor satu DPRD setempat, Doding Rahmadi. Selain tidak asing di telinga publik Trenggalek sebagai publik figur, Doding juga akrab dengan para pecinta olah raga. 

Salah satunya pernah menjadi bagian dari kesuksesan sepak bola Trenggalek menjadi Juara Divisi III Nasional 2013. Sehingga, tidaklah berlebihan jika saja dirinya merasa terpanggil di tengah-tengah hiruk pikuk prestasi olah raga Trenggalek yang gagal mencapai prestasi terbaik di dua gelaran Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jatim.

Tak main-main, Doding berani mengambil keputusan untuk menjadi orang nomor satu KONI Trenggalek.Tujuannya satu, mengangkat prestasi olah raga dan mendongkrak posisi kontingen Trenggalek dari dasar klasemen Porprov.

Salah satu gebrakan awalnya adalah melakukan pemusatan latihan selama satu tahun untuk para atlet unggulan yang sukses meraih medali di Porprov 2025 yang lalu. Ini bisa disebut sensaional, karena mejadi warna baru di dunia olah raga Trenggalek menghadapi Porprov. Tak terkecuali kesejahteraan atlet dan pelatih menjadi salah satu atensinya.

Harus diakui, keluar dari posisi juru kunci bukanlah perkara mudah. Butuh strategi, persiapan matang dan tentunya meyiapkan atlet-atlet berkualitas. Sangat mungkin ditunjang dengan pelatih yang berkualitas juga.

Baca Juga:
Ketum KONI Jatim: Harus Ada Peningkatan dan Konsistensi Pembinaan Atlet Trenggalek

Persiapan panjang selama satu tahun bisa menjadi modal awal sekaligus sebagai daya ungkit atlet untuk lebih berprestasi dan tak hanya di Porprov, tapi di even-even lainnya. Sekaligus menjawab dan mempertegas jika Trenggalek adalah gudangnya atlet.

Pemusatan latihan jangka panjang yang akan dimulai pada Mei mendatang perlu diacungi jempol di saat kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-bail saja. Ini artinya, semakin mempertegas rasa inginnya dan rasa peduli akan kebangkitan olah raga di Trenggalek.

Diakui atau tidak pembinaan dengan konsistensi tinggi, indetifikasi cabang olah raga (Cabor) unggulan, dan menambah jam terbang atlet merupakan salah satu kunci utama meraih prestasi. Disamping dengan keberadaan pelatih yang berkualitas.

Kehadiran seorang legislator di dunia olah raga memang menjadi perdebatan publik, namun regulasinya tidak mengharamkan. Terbukti ada beberapa daerah, di mana KONI di nakhodai oleh pejabat publik, baik dari eksekutif ataupun legislatif. Sebut saja Blitar dan Mojokerto.

Dua tahun menjabat Ketua KONI Trenggalek akan menjadi ujian berat Doding untuk bisa merubah dan memberi warna baru. Salah satunya capai prestasi gemilang di Porprov 2027 mendatang. Semoga (*)

*) Agus Riyanto adalah Kepala Biro Ketik.com Trenggalek sekaligus Plt. Ketua PWI Trenggalek 

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)