KETIK, SURABAYA – Galang Andi Utomo begitu antusias mendengar dirinya segera bekerja di Jepang. Rasa senangnya itu tampak dari raut mukanya, ia tak berhenti menebar senyum saat menghadiri acara pelepasan pekerja Jatim keluar negeri Islamic Center Surabaya, Kamis, 21 Mei 2026.
Selama di sana, pemuda asal Tuban itu juga sesekali serius mengulang-ulang kosakata bahasa Jepang. Tujuannya supaya tak lupa ketika sudah berada di sana.
Galang merupakan lulusan SMK Pelayaran Kristen Tuban. Ia hendak bekerja di Jepang, bidang welder atau pengelasan. Mimpi dirinya pergi ke Negeri Sakura untuk bekerja akhirnya menjadi kenyataan.
Sejumlah persiapan sudah ia lakukan, selama 3,5 bulan untuk mengikuti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
"Kami belajar huruf Jepang, kosakata, cara menulis kanji, sampai teknik pengelasan," katanya saat menghadiri acara di Gedung Islamic Center, Surabaya pada Rabu, 20 Mei 2026.
Baca Juga:
847 Perwira Polda Jatim Jajaran Mendadak Dimutasi! Ada Apa?Ia kini sudah menguasai Bahasa Jepang level N4 atau menjadi batas minimal yang ditentukan oleh Pemerintah Jepang. Keputusannya mengais rezeki di Negeri Matahari Terbit berangkat dari ekonomi.
Ia berharap dengan berangkat ke Jepang dapat membantu ekonomi keluarga. Galang berangkat ke Jepang tak sendirian. Ia bersama 20 siswa lainnya berangkat ke sana.
Sebagaimana diketahui, puluhan Siswa SMK ini berangkat bekerja di luar negeri dilepas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Acara yang berlangsung di Islamic Center Surabaya, pihaknya melepas 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bekerja di Luar Negeri serta peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) bagi SMK.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK/LKP Jatim Bekerja di Luar NegeriSementara untuk peserta Magang Kebekerjaan Luar Negeri ada 7 negara tujuan, di antaranya Dubai, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang, Arab Saudi, Jerman dan Turki.
Program tersebut membuka peluang penempatan kerja internasional di berbagai sektor, seperti hospitality, kesehatan, manufaktur, serta berbagai jasa global lainnya. (*)