KETIK, MALANG – Prosesi wisuda SD Islam Al Azhar 56 Malang kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Wisuda yang digelar di Grand Mercure Malang Mirama, Minggu, 21 Juni 2026 ini dihadiri ratusan peserta termasuk wali siswa.

SD Islam Al Azhar 56 Malang sendiri terbilang baru di Kota Malang, di mana saat ini telah meluluskan angkatan ke-4 untuk sekolah tingkat dasar.

Sekolah dengan lokasi strategis di Kedungkandang Kota Malang dengan kawasan eksklusif terpadu memiliki gedung empat lantai, lapangan basket, kolam renang hingga parkir yang luas membuatnya terus menjadi salah satu sekolah swasta terbaik di Malang.

Akhir tahun ajaran 2026, SDIA 56 Malang meluluskan angkatan keempat dengan menyelenggarakan prosesi wisuda lulusan di salah satu hotel terbaik di Kota Malang: Grand Mercure Mirama.

Prosesi wisuda untuk angkatan keempat memang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini dilaksanakan dengan tema harry porter sebagai inspirasi anak-anak yang kreatif penuh inovasi dengan cita-cita yang tinggi.

Baca Juga:
Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

Para wisudawan SDIA 56 Malang berjejer dan foto bersama di hadapan wali murid di Hall Grand Mercure Malang Mirama. (Foto: Dok. Ketik.com)

Lulusan kali ini juga banyak yang melanjutkan ke tingkat SMP bergengsi. "Ada yang diterima di MTsN 1 Kota Malang, SMP Negeri, SMP Lab dan Mondok," ujar Ramlih, Kepala Sekolah SDIA 56 Malang. 

Suasana wisuda memang terlihat seru di mana siswa menggunakan seragam wisuda ala Harry Porter menampilkan atraksi dan bernyanyi.

Satu persatu siswa dipanggil maju ke panggung bersama orang tuanya untuk menjalani prosesi wisuda dengan latar layar menampilkan profil masing-masing siswa.

Baca Juga:
[FOTO] International Day 2026! SD Islam Al Azhar 56 Malang Keliling Eropa

Nampak di layar dari profil semua siswa satu persatu terlihat cita-cita mereka semua, mulai dari pemain timnas, chef, dosen, dokter, pengusaha hingga ada yang bercita-cita jadi presiden.

Kiagus Dihyah salah satu siswa kelas enam yang diwisuda mempunyai cita-cita ingin menjadi presiden. Jurnalis Ketik sempat mewawancarainya.

"Iya insyaAllah saya ingin menjadi presiden," ungkap Dih panggilan akrabnya.

Ketika ditanya gimana caranya, Dihyah dengan detail menjelaskan alhamdulillah langkah terdekat diterima di MTsN 1 Kota Malang.

"Habis itu mau berusaha lanjut SMA Taruna di Magelang setelah itu berusaha lagi masuk Akmil di Magelang juga terus jadi tentara jenderal dan jadi presiden," tegasnya.

Tidak lupa juga dia mengucapkan terima kasih kepada semua guru-gurunya dan teman-temannya. (*)