KETIK, MALANG – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang menyentuh angka 0,27 persen (mtm) pada September 2026. Kenaikan harga daging ayam dan telur ayam akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi salah satu pemicu tingkat inflasi di Kota Malang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, menjelaskan inflasi pada September 2026 ini melandai dibandingkan Agustus 2026 sebesar 0,39 persen. Sedangkan secara tahunan, Kota Malang mengalami inflasi 3,19 persen (yoy).

Inflasi bulanan pada September 2026 di Kota Malang banyak disebabkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,23 persen. Dari kelompok tersebut, komoditas yang memengaruhi ialah kenaikan harga daging ayam ras dan cabai rawit masing-masing 0,06 persen, telur ayam ras 0,05 persen, beras 0,04 persen, dan labu siam 0,02 persen.

"Kenaikan harga daging ayam ras serta telur ayam ras sejalan dengan kenaikan permintaan untuk mendukung program MBG serta konsumsi masyarakat pada berbagai kegiatan pascaperingatan hari kemerdekaan," ujarnya, Selasa, 6 Oktober 2026.

Adapun cuaca yang kurang mendukung proses produksi turut berpengaruh pada kenaikan harga cabai rawit dan labu siam, termasuk kenaikan harga beras seiring dengan kenaikan harga gabah di tingkat produsen.

Baca Juga:
KPH AKSI Geruduk Polresta Yogyakarta, Tuntut Kejelasan Kasus Ribuan Pelajar Keracunan MBG

"Harga gabah di tingkat produsen naik, dan berkurangnya pasokan seiring berlalunya periode panen. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh El Nino yang pada September 2026 masih berada pada intensitas sangat kuat dan berpotensi memengaruhi produksi pangan," ungkapnya.

Indra juga menjelaskan, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga turut menahan laju inflasi Kota Malang. Seperti emas perhiasan, angkutan udara, ketimun, cabai merah, dan bawang putih yang masing-masing memberikan andil 0,02 persen untuk deflasi.

"Penurunan harga emas perhiasan sejalan dengan koreksi harga emas global di tengah meningkatnya yield obligasi Amerika Serikat, yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil," katanya.

Sedangkan penyesuaian tarif serta program promosi maskapai agar keterisian penumpang terjaga juga ikut berdampak pada penurunan tarif angkutan udara. Untuk penurunan harga ketimun, cabai merah, dan bawang putih sendiri disebabkan ketersediaan pasokan yang masih terjaga.

Baca Juga:
Sekolah Bisa Beri Nilai 1-5 Bintang untuk Layanan MBG, BGN Siapkan Aplikasi Rating

"Jadi ketersediaan pasokan yang relatif memadai sepanjang September 2026, termasuk pasokan bawang putih yang sebagian besar berasal dari luar daerah dan impor," pungkasnya.