KETIK, MALANG – Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyamakan timnya dengan klub papan atas Brasil, Corinthians, dalam sesi konferensi pers laga terakhir mereka di BRI Super League 2025/2026. Ia menyebut, Singo Edan mirip dengan mantan tim Ronaldo Nazario tersebut.

Menurut Marcos, seperti Corinthians, Arema merupakan tim besar yang memiliki tuntutan untuk selalu bersaing di papan atas klasemen. Ia mengaku memahami ekspektasi besar yang melekat pada klub berjuluk Singo Edan tersebut selama menjalani satu musim bersama.

"Arema adalah sebuah tim besar. Saya paham bahwa kami harus selalu berjuang untuk berada di papan atas," kata Marcos.

"Di Brasil, Arema seperti Corinthians atau Palmeiras yang harus selalu bersaing untuk meraih gelar juara," sambung pelatih asal Negeri Samba tersebut.

Selain tekanan untuk selalu berprestasi, menurut Marcos, ada satu hal lagi yang sangat berkesan baginya selama menangani Arema FC. Hal tersebut, sambung pelatih 47 tahun ini, adalah suasana kekeluargaan di tim tersebut.

Baca Juga:
Tak Penuhi Target, Manajemen Arema FC Tetap Puas Performa Singo Edan

Marcos menulai, Arema bukan sekadar tim sepak bola, melainkan sebuah keluarga besar yang melibatkan banyak elemen.

"Saya belajar bahwa Arema bukan sekadar tim. Arema adalah sebuah keluarga besar yang melibatkan seluruh warga Malang," tandasnya.

Marcos sendiri membawa Arema FC mengakhiri musim 2025/2026 ini di peringkat kesembilan klasemen BRI Super League 2025/2026. Pada laga terakhir mereka di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Sabtu, 23 Mei 2026, Singo Edan menang 3-1 dari tamu mereka, PSIM Yogyakarta.

Belum diketahui apakah Marcos masih akan menangani pada musim depan. Namun, manajemen Arema FC telah terang-terangan menunjukkan minat mereka untuk kembali menggunakan jasa Marcos. 

Baca Juga:
Happy Ending, Arema FC Kalahkan PSIM Yogyakarta 3-1